Ni Luh menilai MCH menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengasah talenta dan melahirkan inisiatif baru di sektor pariwisata.
“Melihat Makassar Creative Hub yang ada di Pantai Losari, saya senang sekali. Tempat ini bisa menjadi ruang kreativitas anak-anak muda Makassar untuk menggali terus talenta mereka, termasuk di sektor pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, anak muda memiliki ide yang lebih segar dan kreatif dalam mengembangkan paket wisata maupun menciptakan daya tarik wisata baru.
“Biasanya anak muda lebih kepikiran bikin paket wisata atau menciptakan daya tarik wisata yang out of the box. Saya sangat berharap tempat ini melahirkan pemikiran dan kreativitas yang out of the box untuk pariwisata,” imbuhnya.
Wamenpar juga menegaskan bahwa Makassar memiliki potensi lengkap untuk menjadi Kota Gastronomi Indonesia Timur, sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata yang mendorong tumbuhnya industri gastronomi.
“Makassar punya semuanya, apa yang tidak ada di Makassar. Kuliner sudah terkenal, tinggal dikembangkan agar menjadi pengalaman gastronomi yang bernilai bagi wisatawan,” katanya.
“Kita perlu duduk bersama dengan Pemkot Makassar untuk menentukan pengembangan gastronomi ini, mulai dari promosi, pendampingan, hingga menciptakan travel pattern atau pola perjalanan wisatawan,” lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik masukan Wakil Menteri Pariwisata, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk bersinergi dengan program Kemenparekraf.
“Kunjungan Ibu Wakil Menteri ini, kami mendapat arahan yang lebih baik dalam pengembangan pariwisata Kota Makassar. Makassar sudah punya embrionya, tinggal dikembangkan,” kata Munafri.
“Kami berharap program pemerintah kota bisa sinergi dengan apa yang diinginkan Kementerian Pariwisata. Mudah-mudahan setelah ini kolaborasi yang lebih nyata bisa terbangun,” sambung Appi.
Makassar Creative Hub sendiri dirancang sebagai pusat kolaborasi dan inovasi yang menampung berbagai aktivitas kreatif, mulai dari kerajinan, seni, kuliner, hingga pelatihan digital. Kehadiran MCH diharapkan menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.
Dikatakan, kehadiran MCH merupakan strategi Pemkot Makassar dalam menyiapkan ruang bagi anak muda untuk berkembang, baik di bidang seni, kerajinan, maupun pelatihan digital seperti coding, programming, hingga wirausaha.
“Kami ingin anak-anak Makassar tidak hanya jadi pekerja, tapi juga pengusaha. Di sini mereka bisa belajar, berlatih, dan naik kelas,” jelasnya.
Munafri menambahkan, Pemkot Makassar telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar per bulan pada tahun depan untuk mendukung kegiatan kreatif dan event pariwisata.
“Makassar sudah punya embrio pariwisata, tinggal dikembangkan. Kami siap berkolaborasi agar pariwisata ini betul-betul menjadi penopang ekonomi kota,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















