Home / Sulsel

Sabtu, 27 September 2025 - 10:21 WIB

Wali Kota Munafri: Sampah Bukan Musuh, Tapi Jadikan Sumber Ekonomi

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memuji Kecamatan Panakkukang sebagai wilayah yang sigap dan responsif dalam pengelolaan serta pemilahan sampah.

Apresiasi tersebut ia sampaikan saat menghadiri Launching Program PESONA (Pendistrbusian Sampah Organik untuk Maggot) yang digelar Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Sabtu 27 September 2025.

Program PESONA merupakan inisiatif pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan memanfaatkan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly sebagai pengurai alami.

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Kadis DLH Helmy Budiman, Camat Panakkukang, Ari Fadli, dan Lurah Paropo, Achiruddin Achmad.

Munafri menekankan pentingnya inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk mendukung target kota zero waste dan menekan volume sampah ke TPA.

Sehingga pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.

“Kami apresiasi kegiatan dilakukan Kelurahan di Panakkukang. Proses pemilahan sampah adalah hal yang sangat penting. Pekerjaannya tidak susah, hanya butuh dua ember kecil untuk memisahkan sampah organik dan plastik, tapi dampaknya luar biasa bagi lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dekat dengan PAN dan PKS, Irman 'None' Yasin Limpo Berpeluang Maju Pilkada Gowa 2024

Ia mencontohkan bahwa sampah plastik bisa diolah dan bernilai ekonomi, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos atau diurai oleh maggot.

“Sampah jangan dianggap musuh, tapi sebagai komposisi yang bisa menambah uang belanja ibu-ibu di rumah,” imbuh Appi.

Munafri juga menekanakan, pentingnya pembuatan biopori di setiap lingkungan. Di mana, petugas kebersihan sebaiknya membuat biopori agar daun-daun sapuan tidak kembali tercecer.

“Dengan biopori, sampah daun bisa langsung masuk ke tanah dan jadi kompos,” jelasnya.

Selain itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan ekoenzim, cairan serbaguna sampah organik, yang dapat digunakan sebagai pembersih rumah tanpa bahan kimia.

“Kalau bapak-ibu bisa bikin ekoenzim, tidak perlu lagi beli pembersih lantai atau cairan pel. Semua dari sampah rumah tangga,” ajak Munafri.

Baca Juga:  Terima Kunjungan Jasa Raharja Sulsel, Danny Pomanto Bahas Optimimalisasi Pembayaran PKB

Wali Kita Makassar berlatar politisi itu menegaskan keunggulan pemanfaatan maggot dalam mengurangi timbunan sampah.

“Satu kilo maggot bisa mengurai lima kilo sampah. Bayangkan kalau kita punya 100 kilo maggot, artinya 500 kilo sampah bisa habis. Kalau dikalikan tiga, itu 1,5 ton,” bebernya.

Menurutnya, keberhasilan program ini harus diiringi kesadaran warga untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Jangan bicara soal lingkungan kalau sampahnya masih dicampur dalam satu kantong. Minimal harus ada dua tempat sampah, untuk organik dan nonorganik,” tegasnya.

Selain soal sampah, Munafri kembali mengajak warga menanam dan merawat pohon, terutama pohon endemik Makassar seperti pohon satulu, bune, dan jenis lokal lainnya.

“Saya ingin setiap orang punya tanggung jawab memelihara minimal satu pohon. Kalau 1,4 juta penduduk Makassar menanam, bayangkan seberapa hijau kota kita,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Basdir Soroti Seleksi Kepala Sekolah, Minta Disdik Makassar Transparan

Makassar

Enam Program Studi FDK UIN Alauddin Makassar Raih Predikat Unggul

HALO POLISI

Polda Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Program Swasembada Jagung

Sulsel

Lantik Kepala Sekolah, Munafri-Aliyah Minta Kepsek Jadi Teladan dan Jaga Integritas

Sulsel

Diikuti 28 Negara, Kemlu – Pemkot Makassar Akan Laksanakan IGS 2026

Sulsel

Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Kota Makassar Terima WRI Ross Center Prize 2025-2026

Sulsel

Fraksi PKB Makassar All Out Dukung Program Wali Kota Munafri

Sulsel

Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting dengan BKKBN Sulsel