MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Dua hari menjelang pembukaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-VIII dan MQK Internasional I di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo, Kepala Kanwil Kementerian Agaama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid mengumpulkan seluruh pejabat eselon III untuk memantapkan penyambutan tamu dan acara.
Rapat yang berlangsung di Kanwil Kemenag Sulsel ini, Senin 29 September 2025 diikuti para Kepala Bidang, Pembimas, serta Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel.
Dalam arahannya, Ali Yafid menekankan pentingnya pelayanan terbaik bagi seluruh tamu undangan dari 34 provinsi.
“Selaku tuan rumah, mohon layani tamu kita dengan baik. Mulai dari penjemputan di Bandara Sultan Hasanuddin hingga tiba di Sengkang. Saya sangat berharap kerelaan dan keikhlasan bapak ibu semua,” ujarnya.
Kakanwil juga memberikan perhatian khusus pada tugas para Liaison Officer (LO) yang akan mendampingi peserta dan pejabat selama kegiatan.
“LO fokus mengawali kafilah dan kontingen. Sementara pejabat eselon tiga bertanggung jawab menjemput dan mendampingi pejabat dari pusat maupun provinsi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PD Pontren, H. Muhammad Yunus, melaporkan kesiapan teknis di lapangan. Ia mengapresiasi sinergi dan koordinasi lintas daerah yang terus terjaga, termasuk kesiapan transportasi, akomodasi, hingga pengaturan jalur masuk dan area parkir.
“Alhamdulillah komunikasi berjalan baik. Tidak ada kendala berarti. Semua sudah menyiapkan diri, bahkan ada kabupaten yang berinisiatif menjemput langsung seluruh tamunya,” ungkap Yunus.
Muhammad Yunus juga menekankan pentingnya kedisiplinan waktu saat pembukaan MQK pada Kamis 2 Oktober 2025.
“Acara dimulai tepat pukul 08.00 WITA. Semua peserta dan pejabat sudah harus berada di lokasi sejak pukul 07.00, mengingat Menteri Agama dijadwalkan hadir pada pukul 09.00,” jelasnya.
Selain pembukaan, agenda MQK juga akan menampilkan tirai penanaman pohon, halaqah ulama internasional, expo kemandirian pesantren, hingga rangkaian Malam Inspirasi bersama tokoh dan musisi nasional.
















