Lanjut, Andi Rosman menyampaikan permohonan maaf mewakili masyarakat Wajo.
“Kami juga memohon maaf apabila selama kegiatan masih banyak kekurangan. Di samping itu besar harapan kami agar seluruh kafilah dari 34 Provinsi maupun 10 Negara serta para tamu membawa kesan positif sampai ke daerahnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, Prof Amin Suyitno mengatakan MQK adalah terjemahan fungsi pendidikan.
“Ada tiga fungsi Pesantren menurut undang-undang nomor 18 tahun 2011. Salah satunya yang diadakan seperti malam ini,” ucap Prof Suyitno.
“Kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga berkah untuk kita semua dan Wajo telah mencetak sejarah dunia,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo sebagai tuan rumah perhelatan Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional dan Internasional.(r)
















