Home / Sulsel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 22:41 WIB

Wali Kota Makassar Ajak HMI Berperan Pemberdayaan Pemuda

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima silaturahmi Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, di ruang kerja Wali Kota, Kamis 23 Oktober 2025.

Hadir Ketua HMI Cabang Makassar, Sarah Agus Alim memimpin langsung pengurus ke kantor Balai Kota Makassar.

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Kelas Progresif Bertema “Reformasi Jalan Perlawanan”, digelar oleh pengurus HMI, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam membangun kota.

Pada pertemuan itu, Munafri menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan, terutama dalam isu-isu strategis seperti kebersihan kota, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan pemanfaatan digitalisasi.

Dalam arahannya, Munafri mengajak HMI turut aktif dalam penanganan masalah sampah di Makassar melalui program Bank Sampah Pemuda. Menurutnya, masalah kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Baca Juga:  Musim Hujan Tiba, Dirut PDAM: Produksi Air Bersih di Makassar Berlangsung Membaik

Ia menjelaskan, saat ini Makassar menghasilkan 100 ton sampah per hari, dengan 60 persen merupakan sampah organik.

Untuk sampah plastik, sudah ada empat pabrik pengolahan plastik berkapasitas 50 ton per hari yang siap menampung sampah layak daur ulang dari masyarakat.

“Sampah plastik itu punya nilai ekonomi. Pabrik mau beli antara Rp5.000 sampai Rp11.000 per kilogram. Kalau ini dikelola dengan baik melalui bank sampah, uangnya akan berputar di masyarakat,” jelasnya.

Munafri juga memaparkan bahwa Pemkot Makassar telah menjalankan sistem penanganan sampah terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga:  Walikota Makassar Keluarkan Surat Edaran Jelang PTM

Ada empat metode utama yang diwajibkan diterapkan di tingkat RT/RW. Pembuatan komposter rumah tangga, Produksi eco-enzyme, Budidaya maggot, dan Pembuatan teba modern (lubang pengolahan sampah komunal)

“Target kami tahun 2027 adalah rumah tangga zero waste. Saya tegaskan, mulai tahun depan sampah rumah tangga yang tidak dipilah tidak akan diangkut petugas kebersihan. Ini sistem reward and punishment,” katanya.

Ia mencontohkan salah satu pelaku ekonomi sirkular di Makassar, pada Kecamatan Panakkukang, yang berhasil membudidayakan 600 kilogram maggot setiap hari.

Share :

Baca Juga

PWI

Dua Timses Balon Ketua PWI Sulsel Ambil Formulir Pendaftaran

Sulsel

Pemkab Takalar – Kodim/1426 Perkuat Kolaborasi Media Melalui Pembinaan Informatika Teritorial

Sulsel

SPMB 2026 Makassar Tekan Ketimpangan, Sekolah Tak Lagi Menumpuk Pendaftar

Makassar

CEO Media Sinergi Rukman Nawawi Ucapkan Selamat Ulang Tahun Sekwan Andi Rahmat Mappatoba

Sulsel

Jamu Delegasi Rakernas II ASITA, Munafri – Aliyah Promosikan Kekuatan Wisata Makassar

Sulsel

Pemkab Takalar Tawarkan Sektor Pertanian dan Perikanan di Investor China

Sulsel

Wali Kota Munafri: IGS 2026 Jadi Pintu Masuk untuk Gaet Investor Internasional

Sulsel

Supratman Tegaskan Penguatan Akuntabilitas Jadi Pilar Kinerja DPRD Makassar