“Acaranya sederhana saja berupa sambutan, dan penandatanganan MoU, tukar cinderamata, serta foto bersama. Tapi maknanya besar, karena kerja sama ini akan memperluas dampak ekonomi kreatif di Makassar,” katanya.
Kegiatan ini juga akan melibatkan berbagai unsur Pentahelix, mulai dari pemerintah, komunitas, swasta, akademisi, hingga media, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kreatif kota.
Lebih lanjut, Sabiq menjelaskan bahwa Makassar Creative Hub Nusantara akan memiliki konsep berbeda dibanding MCH di kawasan Losari.
Jika MCH Losari lebih berfokus pada ruang pelatihan dan edukasi, maka MCH Nusantara dirancang sebagai kompleks kreatif (creative compound) dengan ruang pertunjukan dan fasilitas publik yang lebih luas.
“Di MCH Nusantara nanti ada amfiteater untuk pertunjukan seni, konser kecil, atau kegiatan komunitas. Jadi, selain pelatihan dan seminar, masyarakat juga bisa menikmati aktivitas kreatif secara langsung,” imbuhnya.
Pihaknya menargetkan, setelah MoU ditandatangani pada 2025, aktivasi penuh MCH Nusantara akan dimulai pada awal 2026, seiring proses penganggaran dan penyediaan fasilitas oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar.
Harapannya, fasilitas yang tersedia di MCH Nusantara akan lebih lengkap dari yang ada di Losari.
“Kami ingin area ini menjadi ruang kreatif baru bagi anak muda, khususnya di kawasan Wajo, Ujung Tanah, dan Tallo,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















