Tak hanya itu, koperasi juga diharapkan menjadi sarana untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan petani, menekan harga di tingkat konsumen, dan memperpendek rantai pasok.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, H. Andi Eka Prasetya, S.Sos., MM, mengatakan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan serta mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyelesaikan Kopdes Merah Putih sebanyak 3059 yang terdiri dari 2266 desa dan 793 kelurahan di 24 Kabupaten di Sulawesi Selatan. Terkhusus di Kabupaten Takalar dengan 86 desa dan 24 kelurahan dengan total koperasi merah putih sebanyak 110. Tentunya keberhasilan ini bentuk kerja keras kita semua dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi Kabupaten Takalar, H. Zubair S.Sos., MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengurus koperasi desa/kelurahan se-Kabupaten Takalar, mendorong penguatan tata kelola kelembagaan koperasi agar lebih profesional dan berdaya saing serta mendukung program pemerintah dalam pengembangan usaha koperasi merah putih di tingkat desa/kelurahan.
Kegiatan berlangsung selama 3 hari dimulai 13 – 15 November 2025 yang diikuti 220 pengurus koperasi merah putih desa/kelurahan se-Kabupaten Takalar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















