Hal itu dapat dilihat dari meningkatnya bagi hasil yang diterima anggota setiap RAT.
“Jika profitnya bagus tentu banyak keuntungannya, sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi anggota koperasi. Semoga dengan adanya koperasi desa/kelurahan merah putih, dapat menjadi gerbang penguat ekonomi desa dengan semangat gotong royong dan juga dapat memperkuat perekonomian, memberdayakan masyarakat, menekan tengkulak, memperpendek rantai pasok, hingga mendukung UMKM,” harapnya.
Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar dengan tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”.
Pelatihan diikuti 220 Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan merah putih se-Kabupaten Takalar yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 – 15 November 2025 di Balai Latihan Kerja (BLK) Takalar.(jk)
Editor: Hamzah
















