MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan RW secara serentak pada 3 Desember 2025, DPRD Kota Makassar menerima banyak keluhan dari masyarakat.
Ketua DPRD Makassar, Supratman, bahkan disebut kewalahan menampung aspirasi yang datang baik melalui kunjungan langsung maupun pesan yang masuk ke media sosial pribadinya.
Warga menyampaikan keresahan karena proses pemilihan RT/RW yang digelar Pemkot Makassar dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi tidak berlangsung secara fair.
Mereka berharap DPRD Makassar dapat menjalankan fungsi pengawasan demi menjaga marwah pemilihan di tingkat akar rumput tersebut.
“Setiap hari aspirasi warga masuk, baik langsung maupun melalui media sosial. Semua berharap pemilihan RT/RW berjalan jujur dan profesional,” ujar Supratman, Jum’at 14 November 2025.
Sejumlah warga juga mengadukan beredarnya kabar liar menjelang pemungutan suara. Di antaranya, dugaan bahwa pemilihan hanya menjadi formalitas untuk memberi jalan bagi pihak tertentu, termasuk kelompok relawan atau tim sukses pasangan Wali Kota – Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham.
Tak hanya itu, muncul pula laporan terkait dugaan intervensi dari sejumlah lurah di beberapa wilayah. Meski belum ada pembuktian, kekhawatiran masyarakat meningkat karena dianggap dapat mempengaruhi independensi proses pemilihan.
“Belum pemilihan, tapi sudah ada cerita soal arahan dari tingkat kelurahan. Ini membuat warga merasa tidak nyaman,” kata salah seorang warga dalam laporan yang diterima DPRD.
















