“Saya berharap masyarakat Pinrang terus menjadi tuan rumah yang baik, tidak hanya bagi tamu dari dalam negeri tetapi juga bagi delegasi Delapan negara lainnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Seni Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya menampilkan pertunjukan seni dan folklore, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperkuat persaudaraan.
Dirinya menekankan tema “Through The Culture We Became”, yang bermakna bahwa budaya adalah jembatan yang mempersatukan manusia, memperkaya identitas, dan menguatkan rasa saling memahami.
Sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menyampaikan harapan agar festival ini dapat bergabung ke dalam rangkaian kegiatan tahunan yang lebih dahulu masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Hal ini dinilai akan semakin memperkuat posisi Pinrang dalam peta pariwisata budaya nasional.
Di sisi lain, Direktur Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bakhtiar Baharuddin, melalui sambutan yang dibacakan oleh Ketua Tim Penguatan Seni Budaya dan Penanganan Penyakit Masyarakat Kemendagri, Nika Sarmuriah Saragih, mengungkapkan kekagumannya atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menyukseskan kegiatan ini.
Nika Sarmuriah Saragih, menyebutkan dari 513 kabupaten/kota di Indonesia, Pinrang mampu menjadi salah satu daerah yang mempertahankan kearifan lokal yang terus berkembang dan memiliki potensi wisata budaya serta petualangan yang sangat ideal, diperkuat oleh keramahan masyarakatnya.
Nika Sarmuriah Saragih, juga menitipkan harapan agar masyarakat Pinrang terus menunjukkan sikap ramah, beradab, dan menjunjung tinggi nilai moral serta budaya bangsa.(*)
















