Lanjut dia, data ini menunjukkan bahwa demokrasi di tingkat mikro tidak hanya hidup, tetapi juga sangat kompetitif.
“Warga ingin mengambil peran dan berkontribusi langsung dalam pelayanan publik di lingkungannya,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, tingginya minat kandidat serta keterlibatan warga merupakan buah dari pendekatan komunikatif dan transparan Pemkot Makassar dalam mengelola seluruh tahapan pemilu.
Informasi yang terbuka, mekanisme pencalonan yang jelas, hingga fasilitasi teknis yang baik membuat warga merasa dilibatkan secara penuh.
Dikatakan, pemilu RT ini bukan hanya memilih ketua lingkungan, tetapi juga mengukur sejauh mana pemerintah mampu merawat kepercayaan publik.
“Pemkot Makassar berhasil membuktikan bahwa mereka mampu mengelola proses demokrasi mikro secara bertanggung jawab dan kredibel,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa keberhasilan Pemilu Raya RT harus menjadi modal sosial penting bagi penguatan pelayanan publik ke depan.
Ketua RT terpilih yang hadir dengan legitimasi kuat akan menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas layanan administratif, keamanan, hingga koordinasi sosial di lingkungan masing-masing.
Dia menyarankan ke depan, pemerintah kota hanya perlu memastikan bahwa energi positif dari pemilihan ini diikuti dengan pembinaan, dukungan, dan penguatan kapasitas kepada para ketua RT.
“Jika itu dilakukan, Makassar sangat berpeluang menjadi model nasional dalam praktik demokrasi lokal yang sehat dan pelayanan publik yang responsif,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















