“Meteran akan diaktifkan kembali tanpa biaya apa pun. Itu bagian dari tanggung jawab kami Pemerintah,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Wali Kota mempersilakan Direktur Utama PDAM Makassar, untuk menambahkan penjelasan teknis terkait proses penyambungan jaringan baru di wilayah tersebut.
Program penyediaan sambungan air bersih gratis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, sekaligus realisasi janji prioritas pasangan MULIA dalam menghadirkan layanan dasar yang merata bagi seluruh warga kota.
“Mudah-mudahan Ibu-ibu bisa cek langsung hari ini. Pastikan airnya mengalir lancar penuhi kebutuhan. Itu air dari PDAM yang sudah memenuhi kebutuhan keseharian,” tutupnya.
Sedangkan, Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar Hamzah Ahmad, menjelaskan secara rinci progres dan manfaat dari koneksi jaringan pipa baru yang saat ini telah mengaliri wilayah Jalan Titang, Veteran Utara, Kecamatan Makassar.
Penyelesaian jaringan sepanjang kurang lebih 600 meter itu kini menjadi solusi atas keluhan akses air bersih yang bertahun-tahun dialami warga.
Hamzah mengungkapkan bahwa pemasangan jaringan ini merupakan lanjutan dari koneksi pipa PDAM pada jalur Pampang.
Dari titik itu, sambungan diteruskan hingga ke kawasan Veteran Utara dan menyasar sejumlah lorong di Jalan Titang serta jalan-jalan sekitarnya.
“Untuk koneksi jaringan pipa kita di Veteran Utara ini, tepatnya di jalan ini, kurang lebih 600 meter pipa 110 mm yang kita koneksi,” ujarnya.
“Alhamdulillah dengan selesainya koneksi pipa di wilayah ini, distribusi air kini lancar di delapan lorong. Semua lorong dari Jalan Titang sampai Jalan lokasi lainya sudah teraliri dengan baik,” sambung Hamzah.
Dengan selesainya koneksi jaringan pipa baru ini, PDAM Makassar memastikan aliran air bersih akan stabil dan merata di seluruh wilayah terdampak.
Langkah ini sekaligus menjawab keluhan warga selama bertahun-tahun dan mendukung penuh kebijakan Wali Kota Makassar dalam menghadirkan layanan air bersih yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengaku terkejut saat pertama kali mendatangi lokasi dan melihat langsung kondisi warga yang tinggal tepat di jantung Kota Makassar tetapi tak pernah mendapatkan layanan air bersih yang layak.
“Ini lorong di tengah kota, ramai, tempatnya strategis, tapi airnya tidak pernah lancar. Saya pikir yang bermasalah itu wilayah-wilayah kumuh atau jauh dari pusat suplai. Ternyata justru daerah ini yang tidak jauh dari pusat Kota bertahun-tahun tidak dapat layanan maksimal,” ungkapnya.
Hamzah menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada kapasitas produksi air, melainkan hambatan izin koneksi pipa yang selama ini tertunda.
“Kendalanya memang pada pipa kita yang tidak dapat izin untuk koneksi. Tidak dapat izin dari balai. Sekarang izinnya sudah keluar dan pipanya sudah kita koneksikan dua minggu lalu,” imbuhnya.
Dengan terkoneksinya jaringan baru tersebut, kini lebih dari 400 kepala keluarga telah merasakan perbaikan signifikan dalam pelayanan air bersih.
“Sejak dua minggu lalu masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Setelah sambungan selesai, kita lakukan uji coba flushing selama tiga hari, dan setelah itu air sudah maksimal dirasakan warga,” paparnya.
Menariknya, banyak warga baru mengetahui bahwa air sudah kembali mengalir setelah petugas PDAM turun langsung melakukan pengecekan.
Karena selama ini mereka tidak pernah buka keran.
“Mereka pikir percuma. Bahkan ada yang menyampaikan ke petugas kami, ‘jangan datang mi, pecah anginji’. Begitu tahu air sudah lancar, mereka kaget sendiri,” kata Hamzah.
Terkait biaya, Hamzah memastikan tidak ada pungutan apa pun bagi pelanggan yang meterannya sebelumnya diputus sementara akibat tidak mendapatkan suplai air.
“Betul, sambungan ini gratis. Pelanggan yang dulu kita putus sementara karena tidak dapat air, sekarang kita buka kembali tanpa memungut biaya. Tidak ada biaya aktivasi lagi, semua gratis,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















