Pada kesempatan ini, Moh Roem yang juga Mantan Kabag Humas Pemkot Makassar, menyebutkan aplikasi LONTARA+ juga mencatat pertumbuhan signifikan pada jumlah pengguna. Hingga hari ini, aplikasi tersebut telah diunduh oleh 42.391 pengguna.
Di mana, Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan paling banyak pengguna, yakni 4.686 downloader, dan registrasi terbanyak ada di Kelurahan Manggala dengan 878 registrasi. Sementara yang terendah adalah wilayah kepulauan Sangkarang, dengan 378 downloader.
Tak hanya aduan layanan publik, LONTARA+ juga sudah terhubung dengan Inspektorat Kota Makassar untuk menangani laporan pungli, indikasi korupsi, dan pelanggaran etika ASN.
“Untuk aduan pengawasan, pelapor dilindungi melalui sistem blower. Kami tidak dapat melihat identitasnya karena langsung ditangani Inspektorat,” tegasnya.
Ditanya soal jenis aduan terbanyak di Kecamatan Manggala, Moh Roem menjelaskan bahwa pola aduannya sama, masih didominasi lampu jalan, persampahan, dan drainase.
Terkait potensi lonjakan aduan pada musim hujan, ia memastikan bahwa petugas admin LONTARA+ tetap siaga penuh.
“Total ada 28 petugas admin yang bekerja di dua command center Balai Kota: lantai 9 untuk kedaruratan dan lantai 7 yang berisi 15 operator. Mereka bekerja 24 jam dengan sistem bergantian,” imbuhnya.
Sementara di UPT, sistem pengawasan berjalan tiga shift penuh, khususnya untuk memantau laporan terkait banjir, genangan, hingga isu kebencanaan lainnya.
Menanggapi mengenai lamanya distribusi aduan ke OPD, ia menegaskan bahwa mekanisme itu berlangsung sangat cepat.
“Distribusi awal ke OPD tidak sampai lima menit, bahkan rata-rata kurang dari dua menit,” ucapnya.
Hingga kini, Pemkot Makassar memiliki sekitar 358 aplikasi di berbagai SKPD yang berjalan terpisah. LONTARA+ hadir untuk mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut dalam satu aplikasi yang ringan dan mudah diakses warga.
Aplikasi ini sudah tersedia dan dapat diunduh di Play Store.
LONTARA+, merupakan program unggulan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menandai komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi.
Oleh sebab itu, Moh Roem menambahkan bahwa kedepannya, pihaknya berencana melakukan sosialisasi besar-besaran kepada RT/RW setelah pelantikan perangkat tersebut selesai pada akhir Desember.
“RT dan RW perlu memahami fitur aduan LONTARA+. Mereka akan jadi perpanjangan tangan warga yang mungkin belum familiar dengan aplikasi, terutama terkait aduan infrastruktur dan layanan publik,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















