“Saya berpesan kepada seluruh pengurus agar melakukan penguatan internal dan membangun harmonisasi antar perguruan. Harmonisasi adalah kunci keberhasilan organisasi,” tegasnya.
Selain itu, Hj. Umiyati juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Ia meminta agar sistem pelatihan terus dikembangkan secara modern dan adaptif, sejalan dengan regulasi serta standar pertandingan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.
“Pembinaan harus berkelanjutan. Fokus pada pembibitan atlet usia dini, dan pastikan sistem pelatihan kita modern serta adaptif dengan perkembangan dan peraturan pertandingan silat dunia,” jelasnya.
Tak kalah penting, Hj. Umiyati mendorong penerapan digitalisasi dalam tata kelola organisasi. Di era 2026, ia berharap pendataan atlet dan perguruan dapat dilakukan secara digital, transparan, dan mudah dipantau, khususnya dalam hal pencapaian prestasi.
“Digitalisasi data menjadi kebutuhan. Pendataan atlet dan perguruan harus dikelola secara digital agar transparan dan memudahkan pemantauan perkembangan prestasi,” ungkapnya.
Dengan kepengurusan yang baru, Hj. Umiyati optimistis IPSI Kota Makassar akan semakin jaya dan mampu menorehkan prestasi membanggakan, termasuk menyumbangkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone, serta pada kejuaraan-kejuaraan besar lainnya di masa mendatang.
“Saya yakin dengan kebersamaan dan kerja keras, IPSI Kota Makassar mampu meraih emas di Porprov Bone dan ajang-ajang besar lainnya,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















