Ia menjelaskan, capaian WLA menegaskan bahwa sistem regulasi obat dan makanan Indonesia telah memenuhi standar global, mencakup sembilan kriteria utama, mulai dari sistem regulasi, vigilance, sertifikasi, hingga pengawasan uji klinik.
“Ini membuktikan bahwa regulasi Indonesia telah diakui dunia dan menjadikan Indonesian FDA sebagai rujukan global. Dampaknya sangat besar, termasuk percepatan perizinan serta pengakuan internasional terhadap produk-produk nasional, seperti vaksin,” jelasnya.
Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa bangga atas capaian BPOM RI yang dinilainya sebagai tonggak penting dalam penguatan kedaulatan bangsa di bidang kesehatan.
“Pengakuan WHO ini bukan hanya prestasi BPOM, tetapi juga kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju dalam menjamin keamanan obat dan makanan bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung kebijakan dan program pengawasan obat dan makanan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam kegiatan tersebut, dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. A. Mariani.
Kegiatan WLA Extravaganza digelar sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi BPOM RI kepada seluruh pemangku kepentingan yang secara aktif, konsisten, dan berkelanjutan mendukung keberhasilan Indonesia meraih pengakuan sebagai WHO-Listed Authority.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















