Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.
“Kami langsung menurunkan personel ke lokasi untuk mengamankan TKP, membantu proses pemadaman bersama tim damkar, serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Candra.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting arus pendek listrik dari salah satu rumah yang dalam keadaan kosong.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing dan tidak menggunakan beban listrik secara berlebihan. Ini penting untuk mencegah kebakaran,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, dua rumah panggung berbahan kayu hangus terbakar. Selain bangunan, korban juga kehilangan emas sekitar 100 gram serta sejumlah dokumen penting seperti sertifikat rumah dan surat berharga lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Candra memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Saat ini situasi sudah aman dan terkendali. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk langkah penanganan lebih lanjut terhadap warga yang terdampak,” ucapnya.
Polisi telah melakukan olah TKP, mendata korban dan saksi, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta membantu evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan. Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan listrik berlebihan dan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa. (humas polres wajo)
















