Menurutnya, kegiatan yang digelar pada 20-28 Februari 2026 di Pelataran Karebosi, Jalan R.A. Kartini, Makassar, ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga wadah integrasi antara pemberdayaan UMKM lokal dan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Mengingat Lapangan Karebosi merupakan ikon dan titik temu masyarakat Makassar, maka kegiatan ini bukan hanya ajang transaksi ekonomi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Makassar,” ujarnya.
Secara filosofis, Arlin menjelaskan bahwa maksud utama kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem ekonomi religi.
Artinya, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memusatkan aktivitas ekonomi dan sosial dalam satu ruang publik yang ikonik.
“Kita ingin menghadirkan ruang promosi dan interaksi yang bernuansa religius, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Karebosi Ramadan Fair 2026 juga menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan event ekonomi kreatif yang terintegrasi dalam kalender of event Kota Makassar tahun 2026.
Adapun tujuan kegiatan ini antara lain sebagai sarana perluasan akses pasar, promosi, serta jejaring kemitraan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan daya saing dan penguatan branding produk UMKM.
Dinas Koperasi juga menekankan pentingnya literasi digital dan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai dan penggunaan platform marketplace.
“Kita dorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan digital, mulai dari transaksi non-tunai hingga penguatan citra produk agar lebih kompetitif,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Karebosi Ramadan Fair menghadirkan 40 tenant usaha mikro terpilih yang telah melalui proses kurasi dari total 160 pelaku UMKM yang mendaftar.
Selain pameran dan pemasaran produk, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda pendukung, seperti. Workshop, coaching clinic, dan inkubasi usaha mikro, fasilitasi perizinan dan standarisasi usaha.
Juga gerakan pangan murah untuk penyediaan kebutuhan pokok, edukasi reduce reuse dan recycle dalam pengelolaan sampah, talkshow inspiratif, lomba dai cilik dan hafalan surah tingkat SD.
Lomba selawat nabi tingkat kecamatan. Selain itu, ada kultum dan tausiah Ramadan, penyerahan bantuan bahan pokok serta buka puasa bersama.
“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial dan spiritual bagi masyarakat,” jelasnya.
Arlin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Dukungan tersebut datang dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan organisasi mitra, termasuk TP PKK Kota Makassar.
“Kami berharap Karebosi Ramadan Fair dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, memperkuat posisi Karebosi sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif, sekaligus mendorong UMKM lokal naik kelas,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















