Kondisi inilah yang menyebabkan genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman.
“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas, sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang,” ungkapnya.
Selain penggantian box culvert, Dinas PU Kota Makassar, juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di kawasan Blok 10 Perumnas Antang.
Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.
Normalisasi tersebut dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala.
Sedimen yang selama ini menumpuk dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air di kawasan tersebut.
“Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala,” tuturnya.
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas PU berkomitmennya untuk terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari langkah berkelanjutan dalam menangani persoalan genangan dan banjir di berbagai wilayah kota.
“Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan tiba,” tutupnya.
Diketahui, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin sebelumnya, meninjau langsung kawasan Blok 10, Kecamatan Manggala, untuk memastikan langkah penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan bagi warga setempat.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari solusi konkret terhadap masalah banjir yang telah berlangsung cukup lama di wilayah itu.
Munafri menjelaskan bahwa sebelum mengambil langkah penanganan, Pemerintah Kota Makassar telah melakukan berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli dan tim terkait.
Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan mampu menjadi solusi jangka panjang.
Kini, upaya tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan.
Pemerintah kota menurunkan alat berat dan mulai melakukan pengerjaan di sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat musim hujan.
Menurut Munafri, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota untuk memberikan solusi yang lebih serius dan berkelanjutan bagi warga Manggala, khususnya di kawasan Blok 10 dan Blok 8 yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan banjir.
“Kami Pemerintah kota juga memastikan bahwa proses penanganan ini, akan terus dipantau agar hasilnya seperti apa, kita mau solusi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak lagi mengungsi saat musim hujan,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















