“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” kata Rosid Ridho.
Ia menegaskan, pengamanan ini bertujuan memastikan masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, tertib, dan lancar.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait di seluruh Indonesia.
Operasi tersebut juga didukung oleh 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Kapolres menambahkan, seluruh personel diminta meningkatkan pengamanan pada jalur mudik, objek vital, tempat ibadah, serta pusat keramaian.
“Selain itu, personel juga diminta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik kelompok, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli dan layanan Kepolisian 110,” ujarnya. (KASI HUMAS POLRES WAJO)
















