“Seorang hamba akan merasakan kepayahan dalam menghadapi sakaratul maut. Dan sungguh, sendi-sendinya akan mengucapkan salam atas bagian yang lain” (sebagai tanda perpisahan).
3. Penampakan Malaikat Maut (Berbeda Rupa)
Pada saat inilah, tabir alam gaib akan disingkapkan, dan seseorang akan melihat langsung Malaikat Maut. Namun, wujud yang dilihat akan sangat berbeda tergantung pada amalan seseorang selama hidupnya. Bagi orang beriman malaikat maut akan datang dalam wujud yang sangat indah dan rupawan, disertai para malaikat rahmat berwajah putih cerah, membawa kain kafan dari surga.
Bagi Orang Zalim: Malaikat Maut akan menampakkan diri dalam wujud yang sangat menakutkan dan mengerikan, bersama para malaikat azab berwajah hitam legam. Hal ini digambarkan dalam Surah Al-An’am ayat 93, di mana para malaikat memukul mereka seraya berkata, “Keluarkanlah nyawamu!”
Tanda-tanda menjelang ajal menurut Imam Al-Ghazali
Tanda-tanda yang bersifat hasil pengamatan ulama dan pengalaman, bukan dalil pasti (qath’i) dari Al-Quran atau Hadits. Ini adalah sebagai bahan renungan dan pengetahuan, bukan untuk dijadikan alat memprediksi kematian.
100 Hari Sebelum Ajal: Sebagian merasakan getaran atau menggigil hebat setelah waktu Ashar.
40 Hari Sebelum Ajal: Merasakan denyutan di bagian pusar setelah waktu Ashar.
7 Hari Sebelum Ajal: Nafsu makan bisa meningkat secara tidak wajar, khususnya bagi yang sedang sakit.
3 Hari Sebelum Ajal: Merasakan denyutan di bagian tengah dahi.
Saat-saat Terakhir: Telinga terasa layu, telapak kaki terasa lemas dan sulit ditegakkan.
Persiapan Terbaik Menghadapi Kematian
Sakaratul maut adalah proses yang nyata dan dahsyat, dengan pengalaman yang sangat ditentukan oleh bekal amal kita selama di dunia. Mengetahui ciri-cirinya bukanlah untuk meramal ajal, melainkan untuk menjadi pengingat agar kita senantiasa mempersiapkan diri.
Persiapan terbaik adalah dengan menjalani hidup dalam ketakwaan, bersegera dalam taubat, melunasi segala hak dan utang, serta terus memperbaiki hubungan dengan Allah (habluminallah) dan dengan sesama manusia (habluminannas).
Semoga Allah SWT menganugerahkan kita semua akhir yang baik (husnul khatimah) dan memudahkan proses sakaratul maut kita kelak. (*)
















