Sementara itu, Sekjen LAFKESPRI, Dr. dr. Nurhaidah Achmad yang akrab disapa dr. Nunu, menyampaikan apresiasi atas kesiapan LAFKESPRI Korwil Sulsel dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut secara optimal.
Ia juga memberikan penghargaan atas capaian LAFKESPRI Sulsel yang berhasil menempati peringkat ke-8 dari 38 provinsi di Indonesia.
“Prestasi ini dinilai sebagai hasil kerja sama solid antara surveyor, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan nilai integritas, sinergitas, dan sinkronisasi yang kuat dalam setiap program kerja. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan akreditasi di lapangan.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
“Momentum ini menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan rakerwil yang penuh semangat kolaborasi,” bebernya.
Pada akhir acara, dilakukan sesi wawancara bersama Ketua Korwil Sulsel dan Sekjen LAFKESPRI. Mereka menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi surveyor, serta pendampingan berkelanjutan terhadap fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas dan klinik.
Selain itu, tantangan ke depan akan difokuskan pada pemetaan fasilitas kesehatan dan penambahan surveyor, termasuk di bidang laboratorium dan unit transfusi darah.
“Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan akreditasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Selatan secara menyeluruh,” pungkasnya.(Sir)
Editor: Manaf Rachman
















