Prosesi pemakaman ditutup dengan tabur bunga oleh seluruh peserta upacara. Penghormatan terakhir ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi tanpa batas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kementerian Pertahanan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya menegaskan bahwa pengorbanan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia.
Selain Mayor Zulmi, dua prajurit TNI lainnya yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon juga dimakamkan secara militer di daerah masing-masing. Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmaloyo dengan upacara yang dipimpin Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa almarhum gugur pada 30 Maret 2026 saat menjalankan tugas yang sama.
Wakil Panglima TNI menyampaikan harapan agar pengabdian tersebut menjadi teladan bagi prajurit dan masyarakat luas. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Penghormatan serupa datang dari Legiun Veteran Republik Indonesia yang menilai pengabdian almarhum sebagai wujud nyata semangat nasionalisme dan komitmen menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.
Sementara itu, Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni. Upacara dimulai sejak pagi hari dengan inspektur upacara dari jajaran TNI.
Farizal diketahui gugur akibat tembakan artileri pada 29 Maret 2026 saat bertugas sebagai bagian dari Kontingen Garuda dari Yonif 113 Iskandar Muda.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di wilayah Kulon Progo. Prosesi berlangsung tertib dengan kehadiran pejabat TNI-Polri serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan dari luar area pemakaman. Pengamanan dilakukan secara ketat untuk menjaga kelancaran upacara. (***)








