“Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi, bahkan hingga skala rumah tangga,” ungkapnya.
Dia juga mendorong adanya integrasi sektor peternakan dalam mendukung kebutuhan dapur MBG, seperti pengembangan peternakan ayam untuk penyediaan telur secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan SPPG agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Saya yakin seluruh prosedur dan sistem yang ada telah melalui kajian yang matang. Tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten sesuai aturan,” tegasnya.
Saat ini, kata Munafri, implementasi SPPG di Kota Makassar telah berkembang pesat dengan total 104 unit yang tersebar di berbagai wilayah.
Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Ia menilai, cakupan tersebut menjadikan program MBG sebagai salah satu kebijakan yang komprehensif dan berdampak luas.
“Ini program yang sangat brilian karena efek dominonya besar, bukan hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam meningkatkan aktivitas ekonomi,” bebernya.
Munafri berharap, kehadiran SPPG Manggala 03 dapat semakin memperkuat ekosistem pemenuhan gizi di Kota Makassar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat atas peresmian ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















