Kepergiannya bukan hanya kehilangan secara struktural, tapi juga kehilangan rasa, rasa hormat, rasa hangat, rasa kebersamaan yang tak bisa digantikan oleh siapa pun.
Hari ini, kita tidak hanya melepas seorang Sekjen.
Kita melepas seorang sahabat.
Seorang rekan seperjuangan.
Seorang manusia baik.
Selamat jalan, Zulmansyah Sekedang.
Aku bersaksi, engkau adalah orang baik.
Kebaikanmu telah lebih dulu sampai, bahkan sebelum langkahmu terhenti.
Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin Ya Allah.
Dan bagi kami yang ditinggalkan, yang tersisa kini bukan hanya duka, tetapi juga tanggung jawab untuk melanjutkan jejak yang telah engkau torehkan.
Karena pada akhirnya, manusia boleh pergi,
namun nilai dan keteladanan akan selalu tinggal. (*)
















