Home / Sulsel

Senin, 20 April 2026 - 13:09 WIB

Lampu Hijau Stadion Untia Kian Nyata, Wali Kota Munafri: Penimbunan Segera Dimulai

Diketahui, proyek Stadion Untia akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears), yang dirancang berlangsung selama tahun berjalan.

Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemkot Makassar memilih menahan laju pembangunan fisik dan memprioritaskan penyelesaian tahapan paling krusial legalitas lahan.

Sebanyak 23 hektare kawasan Stadion Untia disertifikasi untuk memastikan kepastian hukum atas hak alas tanah.

Langkah ini menjadi pelajaran penting dari pengalaman masa lalu, bahwa pembangunan yang tergesa tanpa dasar legal yang kuat justru berpotensi menyisakan persoalan di kemudian hari, bahkan berujung menjadi proyek mangkrak.

Tidak berhenti di situ, berbagai dokumen teknis dan administratif juga dirampungkan secara paralel. Mulai dari feasibility study (FS) sebagai dasar kelayakan proyek, analisis dampak lalu lintas (andalalin) untuk memastikan aksesibilitas kawasan.

Hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan. Seluruh dokumen ini menjadi prasyarat mutlak agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur dan bertanggung jawab.

Dari sisi tata ruang, Pemerintah Kota juga menuntaskan dokumen penting seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) melalui pertimbangan teknis pertanahan oleh Badan Pertanahan Nasional/ATR, serta penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai payung legal pembangunan kawasan.

Baca Juga:  Sat Samapta Polres Soppeng Gelar KRYD

Memasuki tahun 2026, progres mulai menunjukkan fase yang lebih kasat mata. Aktivitas di lapangan mulai bergerak, ditandai dengan kehadiran alat berat yang membuka akses jalan dan mempersiapkan proses penimbunan lahan.

Ini menjadi sinyal bahwa tahapan perencanaan yang panjang mulai bertransformasi menuju pekerjaan fisik.

Dengan seluruh tahapan tersebut, pembangunan Stadion Untia tidak lagi sekadar wacana, melainkan sebuah proses yang sedang berjalan, perlahan, namun dengan kepastian arah.

Lebih lanjut Zuhaelsy Zubir, menyebutkan tahapan saat ini difokuskan pada penyusunan dokumen oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama pihak Manajemen Konstruksi (MK), yakni Ciriajasa Cipta Mandiri, yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang.

“Insya Allah kita tuntaskan dokumen bulan ini. Tim saat ini sedang merampungkan dokumen pemilihan untuk tender fisik, selain itu, MK juga terlibat dalam penyusunan basic design serta rancangan dokumen pengadaan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar optimistis, dengan kesiapan dokumen yang matang dan proses yang transparan, pembangunan Stadion Untia dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi masyaraka

Dia menjelaskan, seluruh proses penyusunan dokumen ditargetkan rampung pada akhir April 2026. Selanjutnya, tahapan tender konstruksi fisik direncanakan mulai pada awal Mei sehingga Dimulai Juni atau Juni 2026.

Baca Juga:  Bupati Pinrang Menerima Penghargaan Dari ORI Bersama OPD Lingkup Pemkab Pinrang

Zuhaelsy menambahkan, proses tender diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 45 hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, adanya komponen dokumen teknis tambahan seperti skema B2B Contest berpotensi memengaruhi durasi proses.

“Jika tidak ada hambatan, maka pada akhir Juni atau awal Juli sudah dapat memasuki tahap kontrak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan pekerjaan fisik belum dapat dimulai sebelum seluruh proses kontrak selesai.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan seluruh tahapan administrasi tuntas pada akhir Juni, sehingga persiapan lapangan dapat segera dilakukan setelahnya.

Untuk tahun anggaran 2026, alokasi pembangunan fisik Stadion Untia mencapai sekitar Rp124 miliar, anggaran tersebut mencakup pekerjaan awal, termasuk pematangan lahan seperti penimbunan kawasan.

Terkait kriteria peserta tender, Zuhaelsy menegaskan tidak ada pembatasan khusus bagi perusahaan yang ingin berpartisipasi.

Namun demikian, seluruh peserta wajib memenuhi standar teknis yang tinggi, termasuk mengacu pada standar FIFA.

“Semua memiliki kesempatan yang sama. Namun, karena ini proyek besar, tentu perusahaan yang ikut harus memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang memadai,” tutupnya.(jk)

Share :

Baca Juga

Sulsel

May Day 2026, Wali Kota Munafri Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi

PWI

Bupati Syahruddin Alrif Dukung Konferprov PWI Sulawesi Selatan

Makassar

Pererat Silaturahmi Pasca-Lebaran, Brother Tennis Clu Gelar Halal Bihalal

Sulsel

Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan Hingga Perbatasan Gowa

Sulsel

Janji Munafri Terbukti, 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Wilayah Kepulauan

Sulsel

Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang merotasi dua kepala puskesmas

Sulsel

Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos