Home / Tak Berkategori

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Jejak Wartawan dalam Perjuangan Pembentukan Kepri yang Hampir Terlupakan

Dalam sehari, delapan berita terkait Mubes Rakyat Kepri berhasil tayang di Mandiri Online, media siber berbasis Jakarta yang saat itu mulai dikenal luas. Berita-berita tersebut mendapat perhatian besar karena ketika itu belum ada media online di Kepri. Media cetak lokal yang terbit harian dan dapat dibaca masyarakat keesokan paginya hanyalah Sijori Pos.

Selain Ahmad S Udi, nama Surya Makmur Nasution juga pantas mendapat tempat dalam sejarah perjuangan Kepri. Sebagai wartawan Harian Kompas, ia dikenal konsisten memberitakan dinamika perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau di media nasional.

Saya mengetahui hal tersebut karena hampir setiap kegiatan perjuangan pembentukan Kepri di Tanjungpinang, proses penulisan dan pengiriman berita media nasional sering dilakukan di kantor bintanpos.com.

Kala itu, selain Sijori Pos, hanya bintanpos.com yang memiliki fasilitas kantor media cukup lengkap dengan komputer dan jaringan internet memadai. Fasilitas itu kerap dimanfaatkan wartawan luar daerah untuk menulis dan mengirim berita ke kantor pusat masing-masing.

Banyak pemberitaan mengenai perjuangan pembentukan Kepri yang kemudian dikutip media nasional maupun lokal dari bintanpos.com, media online pertama di Kepri yang berdiri sejak 20 Agustus 2001.

Pada masa perjuangan itu, bintanpos.com berada di barisan depan dalam menyampaikan perkembangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau kepada publik.

Di ruang redaksi, saya memimpin media tersebut bersama redaktur pelaksana Dahri Maulana, didukung sejumlah wartawan muda penuh semangat seperti Angelia Dhamayanti, Ruziana, Tri Indaryani, Teguh Susanto, Greos Saragih, Coky Iskandar, Jhonson Sihombing, Yudi Santoso, Nosy Arsyita, Adrizas, dan Erwin Jr.

Kini, setelah Provinsi Kepulauan Riau berdiri lebih dari dua puluh tahun, jejak para wartawan yang dulu ikut menyuarakan perjuangan itu perlahan mulai dikenang kembali. Mungkin nama mereka tidak banyak tercatat dalam sejarah resmi, tetapi mereka pernah berada di garda terdepan — berjuang bukan dengan senjata, melainkan melalui tulisan. (***)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Penjaga Etika yang Telah Menuntaskan Pengabdiannya

Makassar

Dari Celengan Masjid Menjadi Cahaya Harapan: Al-Abrar Makassar Tebar Berkah untuk Dhuafa dan Santri

Sulsel

Munafri: Rakernas APEKSI 2026 Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Penguatan Pembangunan Kota

Sulsel

Kadis Kominfo Makassar Paparkan Strategi Digital Lontara+ di Hadapan Diskominfo se-Indonesia

Sulsel

Kadis Kominfo Makassar Paparkan Keunggulan LONTARA+ di Forum Komdigi, Rakernas APEKSI 2026

SOPPENG

PORSENIJAR PGRI Sulsel, Bupati H. Suwardi Haseng Berbaur bersama Kontingen PGRI Soppeng

Sulsel

Andi Rosman Pimpin Defile Kontingen Wajo pada Pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026

SOPPENG

Pemkab Soppeng Luncurkan QRIS Retribusi Parkir dan Pelayanan Kebersihan