Lebih lanjut, Bupati meminta agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk pemanfaatan pompanisasi dan air tanah sebagai solusi menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.
Selain itu, peran penyuluh pertanian juga menjadi perhatian serius. Bupati Irwan menegaskan agar seluruh penyuluh aktif turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari masa tanam hingga panen, sehingga setiap permasalahan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama.
“Jangan sampai petani merasa tidak diperhatikan. Kehadiran penyuluh di lapangan sangat penting agar petani mendapatkan pendampingan yang maksimal,” lanjutnya.
Bupati Irwan juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam pola tanam. Berdasarkan hasil pengamatan, sekitar 1.300 hektar lahan mengalami penurunan produksi dari total 51.000 hektar lahan tanam, yang salah satunya disebabkan oleh ketidaksinkronan waktu tanam.
Hal ini memberikan peluang bagi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk berkembang dan menyebar.
Olehnya itu, dirinya berharap seluruh pihak dapat menjaga keseragaman musim tanam guna menekan potensi serangan hama dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian. (Tan)
















