“Terus terang, saya kadang menghindari membaca berita-berita yang tidak jelas sumbernya, karena berita yang ditampilkan cenderung memuat berita-berita hoaks,” ujar Andi Sudirman di hadapan pengurus PWI Sulsel.
Menimpali keluh kesah dari Gubernur Sulsel terkait pemberitaan media yang cenderung berbau hoaks, Plt. Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh mengatakan, wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya sehari-hari dibekali dengan tiga kartu yakni, kartu pengenal media tempat bekerja, kartu anggota PWI dan kartu lolos uji kompetensi dari Dewan Pers.
Jika dalam kenyataannya ada wartawan yang membuat berita-berita yang tidak memenuhi kriteria karya jurnalis, maka pejabat pemerintah bisa mengajukan keberatan dan hak jawab kepada media tersebut.
”Kalau berita tersebut terbukti ada pelanggaran berat terhadap kode etik jurnalistik, maka Dewan Pers bisa mencabut kartu kompetensinya dan secara otomatis hak kewartawannya dicabut,” ujar Zugito sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh.
Zulkifli juga meminta kepada Gubernur Sulsel agar dalam melakukan kerjasama dengan media hendaknya memperhatikan legalitas media, karena Dewan Pers sudah memutuskan agar media harus memiliki badan hukum dan sudah terverifikasi, begitupun dengan wartawannya yang harus lolos uji kompetensi.
Diakhir pertemuan tersebut, Zulkifli Gani Ottoh mengungkapkan rencana pemilihan Ketua PWI Sulsel pada 2 Juni 2026 dan gubernur menyatakan siap hadir dan mendukung acara konferensi tersebut. (*)
















