Sedangkan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, menegaskan kesiapan Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Makassar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah melalui proses pemeriksaan yang ketat, khususnya dari aspek kesehatan.
Menurut Amrullah, proses pemeriksaan kesehatan yang ketat merupakan bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental yang menjadi salah satu ketentuan utama bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
“Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah haji Kota Makassar benar-benar siap untuk diberangkatkan,” sambungnya.
Dia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, serta sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) guna memastikan seluruh jemaah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD terkait proses pemeriksaan kesehatan yang berkelanjutan, termasuk untuk persiapan ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amrullah melaporkan total jemaah haji asal Kota Makassar tahun ini berjumlah sekitar 331 orang.
Sebagian di antaranya telah lebih dahulu diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, kloter 4, dan kloter 10.
“Kota Makassar juga menjadi pelengkap untuk mengisi kuota kloter yang masih kosong di Sulawesi Selatan,” bebernya.
Selain itu, Amrullah juga memaparkan data daftar tunggu (waiting list) jemaah haji Kota Makassar untuk tahun 2027 yang diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia.
Jika ditotal secara keseluruhan, jumlah jemaah pada tahun mendatang diperkirakan berada pada kisaran 2.400 hingga 2.700 orang.
“Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, sehingga membutuhkan persiapan yang jauh lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” ungkapnya.
Ia menekankan, proses panjang dalam persiapan haji, khususnya terkait pemeriksaan kesehatan, akan terus ditingkatkan melalui sinkronisasi dengan Pemerintah Kota Makassar.
“Kami akan terus melakukan sinkronisasi dengan Pemerintah Kota Makassar guna memastikan kesiapan fisik seluruh jemaah, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan ini, Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Makassar Mohammad Syarief, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar Muhammad.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















