“Festival kami tahu ini mengusung kegiatan rendah karbon sehingga membutuhkan Kolaborasi dengan dinas-dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Munafri menjelaskan keterlibatan Pemkot Makassar dalam MIWF bukan sekadar dukungan seremonial terhadap sebuah event, melainkan langkah strategis mendukung ekosistem kolaborasi kreatif yang memberi dampak jangka panjang bagi kota.
“Harapan kita besar karena ini kita (pemkot) baru pertama kali join. Artinya kita melihat dari jalannya kegiatan MIWF ini dari tahun ke tahun dan bagaimana support dari pemerintah,” harapnya.
Menurutnya, kehadiran festival internasional seperti MIWF harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap gagasan, jejaring global, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Tidak mudah mendatangkan event seperti ini. Kalau diundang, belum tentu mau datang. Tapi sekarang mereka yang justru mau berkolaborasi,” kata Munafri.
Kepada jajaran SKPD yang terlibat, Munafri menekankan pentingnya menghadirkan dampak nyata dari setiap penyelenggaraan event internasional. Menurutnya, harus ada resolusi dan tindak lanjut yang dapat diwujudkan pada tahun berikutnya, sehingga festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
“Harus ada sesuatu yang bisa kita dapatkan untuk menuju tahun berikutnya. Jadi bukan selesai kegiatan lalu habis begitu saja. Harus ada embrio kolaborasi yang bisa terus tumbuh,” pungkasnya.
Munafri juga mendorong pelibatan lebih luas dalam program-program MIWF, termasuk membuka ruang partisipasi bagi pelajar SMP di Kota Makassar melalui kegiatan edukatif yang relevan.
Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam festival internasional tersebut dapat menjadi pengalaman belajar yang membuka wawasan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di Kota Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















