Pengurus terpilih yang menerima amanah mesti fokus pada program pengembangan wawasan dan keterampilan melalui kegiatan seminar, pelatihan spesifik sehingga SDM PWI mampu beradaptasi tuntutan profesi wartawan.
Terakhir, penguatan etika profesi kewartawan. Betapapun kemampuan seorang wartawan tanpa ditopang dengan ketaatan kepada etika profesi, maka semua prestasi tidak akan dipandang positif oleh publik.
Semua harapan tersebut akan terwujud jika konfrensi ini berangkat dari soliditas anggota terutama yang berhak memilih memberikan amanah kepada figur pemimpin yang tepat.
“Saya percaya di PWI Sulsel memiliki banyak kader-kader terbaik dan anggota mengenal mereka. Silakah pilih sesuai hati yang bersih tanpa sekat promordial dan ego kelompok dan media tertentu. PWI adalah rumah bersama profesi wartawan,” ujar Arumahi mantan Pemred Harian Pedoman Rakyat yang kini bergabung dengan Mediasinergi.co. (arumahi)
















