Pembenahan yang dilakukan di TPA Antang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mengubah wajah kawasan TPA menjadi lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan.
Nasrun mengungkapkan, sebelumnya pihak pengelola hanya melakukan penyemprotan menggunakan ekoenzim yang dibantu oleh yayasan mitra.
Namun kini metode tersebut diperkuat dengan penggunaan Eco True yang dinilai memberikan hasil lebih optimal.
“Selama ini kami melakukan penyiraman menggunakan ekoenzim bersama yayasan yang membantu aktivitas disini,” ungkapnya.
Selain fokus pada pengolahan air lindi, pengelola TPA Antang juga menerapkan sistem penimbunan sampah secara berlapis sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan.
Setiap timbunan sampah yang mencapai ketinggian sekitar tiga meter akan segera ditutup menggunakan material tanah urug.
Metode ini dilakukan untuk mengurangi berbagai dampak negatif yang kerap muncul di kawasan TPA.
“Penimbunan dilakukan untuk mencegah bau tidak sedap, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mencegah terjadinya kebakaran sampah,” ujar Nasrun.
Dia menambahkan, setiap sampah yang baru masuk akan diarahkan ke area yang masih memiliki kapasitas penampungan.
Sampah yang masih terbuka di permukaan menjadi prioritas untuk segera ditutup guna mengurangi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Meski demikian, Nasrun mengakui kondisi operasional di lapangan memiliki tantangan tersendiri mengingat volume sampah yang terus masuk setiap hari.
“Kondisi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak yang ditimbulkan tetap dapat dikendalikan,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















