Home / Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Munafri Ajak Warga Makassar Jadikan Kebersihan sebagai Kebiasaan Harian

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih lingkungan bareng masyarakat dalam momentum World Clean Up Day, di Kota Makassar, Minggu 20 September 2026 pagi.

Aksi tersebut dipusatkan di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso.

Kegiatan digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Dewan Lingkungan Hidup, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.

Berbeda dari kegiatan bersih-bersih pada umumnya, Appi terlebih dahulu menyusuri perairan Pantai Losari menggunakan kapal pembersih limbah laut.

Ia berangkat dari Dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju lokasi utama peringatan World Clean Up Day di TPST3R Panambungan.

Sementara itu, Melinda Aksa bersama tim Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, pengurus TP PKK Kota Makassar, komunitas lingkungan, serta para ketua RT dan RW se-Kecamatan Mariso bergotong royong membersihkan kawasan TPST3R dan Rumah Susun Warga (Rusunawa) Panambungan.

Aksi tersebut tidak hanya menyasar sampah di daratan, tetapi juga dilakukan di kawasan sungai dan pesisir.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dari sumber.

Baca Juga:  Bupati Adnan Harap Kolaborasi Pemkab Gowa dan UMI Terus Terjalin Tingkatkan Kualitas SDM

Bagi Appi, momentum World Clean Up Day tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan membersihkan lingkungan dalam satu hari.

Menurutnya, peringatan tersebut justru harus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab yang dilakukan secara terus-menerus.

“World Clean Up Day ini jangan dimaknai bahwa bersih-bersih hanya dilakukan hari ini. Kebersihan harus menjadi kebiasaan yang kita bangun setiap hari,” imbuh Appi.

Orang nomor satu di Kota Makassar ini pun meminta jajaran di Kecamatan menjaga konsistensi gerakan kebersihan melalui pelaksanaan program Jumat Bersih secara rutin setiap pekan.

Menurutnya, gerakan tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.

“Saya minta pihak Kecamatan terus melaksanakan Jumat Bersih setiap minggu. Jangan hanya karena ada momentum World Clean Up Day, setelah itu berhenti,” tegasnya.

Appi menegaskan, kebersihan memiliki kaitan langsung dengan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan kota di masa mendatang.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang sehat sekaligus menyiapkan kota yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

“Karena kebersihan itu tidak hanya untuk kita. Kebersihan ini adalah untuk masa depan, untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Baca Juga:  Jelang SPMB, Anggota Dewan Adi Akbar Pantau Sarana dan Prasarana di SMPN 18 Makassar

Selain mengajak masyarakat mengubah kebiasaan, Appi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan.

Sampah harus mulai dipandang sebagai material yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu kuncinya adalah pemilahan sampah sejak dari sumber. Appi menjelaskan, sampah organik yang terkumpul dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan pemanfaatan.

“Termasuk di antaranya pengolahan menjadi pakan ternak sapi yang berada di kawasan TPA Tamangapa,” jelasnya.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mencegah ternak mengonsumsi sampah plastik.

Sementara sampah anorganik dapat dipilah dan dikelola melalui Bank Sampah Unit (BSU), sehingga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“Yang kita harapkan, sampah ini kita kelola sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih, bisa menambah penghasilan rumah tangga buat ibu-ibu,” harap Appi.

Menurutnya, pola pengelolaan tersebut harus dibangun sebagai sebuah siklus. Sampah dipilah sejak dari rumah, kemudian dikumpulkan, diolah, dan dimanfaatkan sesuai karakteristiknya.

Dalam sistem tersebut, TPST3R Kelurahan Panambungan menjadi salah satu fasilitas yang memiliki peran penting.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Memperkuat Langkah Antisipasi Terhadap Dampak Musim Kemarau

Sulsel

Wali Kota Makassar Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Makassar

Suwardi Thahir Tegaskan Kontingen PWI Sulsel Siap Unjuk Gigi di Porwanas XV Lampung

Sulsel

Bupati Wajo Andi Rosman Tegaskan Komitmen Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Sulsel

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

ENREKANG

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM BPD Pattonddonsalu

Sulsel

TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch