Home / Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Munafri Ajak Warga Makassar Jadikan Kebersihan sebagai Kebiasaan Harian

Fasilitas pengelolaan sampah tersebut saat ini menangani sekitar tiga ton sampah setiap hari dari wilayah Kecamatan Mariso.

Keberadaan TPST3R diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kawasan, sekaligus mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA Tamangapa.

Ia mengatakan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga harus mengambil bagian melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah.

“Kalau dari rumah sudah dipilah, pengelolaannya akan jauh lebih mudah. Sampah organik bisa masuk ke jalur pemanfaatannya, sampah anorganik juga bisa mempunyai nilai ekonomi,” katanya.

Munafri juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan operasional Bank Sampah Unit yang menjadi salah satu instrumen pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memperkuat dukungan terhadap Bank Sampah Pusat, sehingga proses transaksi sampah yang dikumpulkan masyarakat di tingkat unit dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, persoalan pembayaran dan kelancaran transaksi tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat yang sudah mau memilah dan mengumpulkan sampah.

“Saya pastikan mulai tahun depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran sampah di Bank Sampah Unit ini. Bank Sampah Pusatnya akan disupport full oleh pemerintah,” tegas Appi.

Namun, dukungan pemerintah tersebut juga harus dibarengi dengan profesionalisme pengelolaan. Ia meminta pengelola bank sampah memastikan sampah yang sudah dikumpulkan tidak menumpuk terlalu lama.

Baca Juga:  Wali Kota Bersama PN Makassar Perkuat Sinergitas Cegah Penyuapan dan Mafia Tanah

Lanjut dia, proses pemilahan, pencatatan, transaksi hingga penjualan juga harus dilakukan secara lebih cepat dan tertata.

Dengan sistem yang semakin baik, masyarakat diharapkan memiliki kepercayaan bahwa sampah yang mereka kumpulkan benar-benar memiliki nilai dan dapat memberikan manfaat ekonomi

Di hadapan masyarakat Mariso, Appi kembali menekankan bahwa kebersihan tidak boleh sepenuhnya
dibebankan kepada pemerintah.

Ditambahkan, pemerintah kota memiliki kewajiban menyiapkan sistem, fasilitas dan dukungan kebijakan. Namun, keberhasilan menjaga lingkungan tetap bergantung pada perilaku setiap individu.

“Kebersihan itu adalah kebersihan individu yang menjadi milik kita yang harus kita bangun, mulai dari merubah kebiasaan untuk hidup yang jauh lebih bersih dan jauh lebih sehat,” beber Appi.

Ia mengajak masyarakat menjadikan World Clean Up Day sebagai momentum untuk memulai perubahan dari lingkungan masing-masing.

Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah yang masih bernilai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurut Appi, perubahan tersebut tidak harus dimulai dengan langkah besar.

“Kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten oleh masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama,” tutupnya.

Baca Juga:  Legislator Nasir Rurung Ajak Warga Awasi Peredaran Minol di Penghujung Tahun

Sementara itu, Camat Mariso, Syahril, mengatakan aksi World Clean Up Day di kawasan Kecamatan Mariso berhasil mengumpulkan sebanyak 74 kilogram sampah.

Dari jumlah tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu.

Selain sampah yang dikumpulkan dari kawasan daratan, terdapat pula sekitar 11 kilogram limbah laut yang berhasil diangkat melalui aksi pembersihan kawasan perairan.

“Untuk World Clean Up Day hari ini kita telah mengumpulkan 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu,” kata Syahril.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa, kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aksi simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.

Pemerintah Kecamatan Mariso selanjutnya didorong untuk menjaga keberlanjutan gerakan tersebut melalui kegiatan kebersihan rutin di wilayah masing-masing.

Dengan keterlibatan pemerintah, komunitas, TP PKK, RT-RW dan masyarakat, World Clean Up Day di Makassar diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

“Momentum ini, menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, yakni menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Memperkuat Langkah Antisipasi Terhadap Dampak Musim Kemarau

Sulsel

Wali Kota Makassar Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Makassar

Suwardi Thahir Tegaskan Kontingen PWI Sulsel Siap Unjuk Gigi di Porwanas XV Lampung

Sulsel

Bupati Wajo Andi Rosman Tegaskan Komitmen Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Sulsel

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

ENREKANG

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM BPD Pattonddonsalu

Sulsel

TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch