Dia menilai keberadaan perguruan tinggi, komunitas anak muda, serta posisi strategis Makassar menjadi modal penting dalam menarik investasi dan kerja sama internasional.
“Saya melihat banyak hal positif di Makassar. Kota ini memiliki komunitas muda yang sangat dinamis dan berperan sebagai pintu gerbang Indonesia Timur. Potensi ini sangat besar,” ungkapnya.
Bahkan, Antoine berencana mendorong Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia yang baru dan akan mulai bertugas pada September mendatang agar menjadikan Makassar sebagai salah satu destinasi kunjungan awal selain Jakarta.
“Saya akan menyampaikan kepada duta besar baru Uni Eropa agar tidak hanya datang ke Jakarta, tetapi juga ke Makassar, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Kawasan ini sangat penting untuk masa depan kerja sama kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Antoine menyampaikan tahun 2027 akan menjadi momentum bersejarah karena menandai 50 tahun hubungan antara ASEAN dan Uni Eropa.
Pada momentum tersebut, kedua kawasan diharapkan meningkatkan hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.
Peningkatan status hubungan tersebut diyakini akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas, termasuk peningkatan investasi asing langsung yang dapat mendukung pembangunan daerah.
“Bagi kami, hubungan ini bukan hanya soal diplomasi. Yang paling penting adalah bagaimana investasi dapat hadir dan membantu kota-kota seperti Makassar berkembang melalui berbagai proyek pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” bebernya.
Antoine juga mengaku terkesan dengan lingkungan pendidikan di Makassar yang dinilai maju, hijau, dan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, ia menegaskan Indonesia dan negara-negara ASEAN memiliki peran penting sebagai pilar stabilitas dunia.
Diakui, pihaknya sangat membutuhkan stabilitas untuk perdagangan dan investasi. Apalagi Indonesia serta ASEAN merupakan mitra penting dalam menjaga tatanan dunia yang berdasarkan aturan, perdamaian, dan kerja sama.
“Kami percaya kawasan ini memiliki kontribusi besar dalam menciptakan dunia yang lebih aman dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan Antoine Ripoll dan rombongan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi peluang strategis bagi Kota Makassar untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dengan Uni Eropa.
Munafri menegaskan, Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong investasi.
“Ini penting, pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, hingga pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Munafri juga mengapresiasi perhatian Uni Eropa terhadap perkembangan Makassar dan kawasan Indonesia Timur.
Ia menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi daerah.
“Terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada Kota Makassar. Kami sangat terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Munafri.
Pada kesempatan tersebut, Munafri turut berbagi pandangannya mengenai potensi sektor pariwisata Indonesia yang dinilai dapat berkembang pesat melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dia juga menyambut baik diskusi mengenai pengalaman sejumlah negara Eropa dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, Kota Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia.
“Karena itu, pemerintah kota terus berupaya membangun kemitraan global yang dapat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah,” pungkasnya.(jk)
Editor Manaf Rachman
















