Lebih lanjut, Adi menyebut pembangunan kota modern harus mampu mengurangi kesenjangan antara pusat kota, wilayah pesisir, kawasan pinggiran, hingga pulau-pulau terluar.
Dalam konteks tersebut, Pete-pete Laut dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat integrasi sosial dan ekonomi seluruh wilayah Kota Makassar.
Dia juga melihat program ini sebagai bentuk dedikasi Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan masyarakat kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan.
Dengan begitu, kehadiran layanan ini menunjukkan adanya komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif.
“Pendekatan seperti inilah yang dibutuhkan agar seluruh wilayah tumbuh secara lebih seimbang dan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” bebernya.
Ditambahkan, selain mendukung pelayanan publik, Adi menilai Pete-pete Laut memiliki potensi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pulau.
Mobilitas yang semakin mudah akan memperlancar distribusi barang, memperkuat aktivitas perdagangan, serta membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Tidak hanya itu, konektivitas yang semakin baik juga diyakini mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata bahari yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama kawasan Kepulauan Sangkarrang.
Menurutnya, akses transportasi yang lebih teratur akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata pulau yang dimiliki Kota Makassar.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Pete-pete Laut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat.
Tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem wisata bahari yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di wilayah kepulauan.
“Kehadiran transportasi laut, menjadi simbol hadirnya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta memastikan pembangunan yang berkeadilan dapat dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar,” tutupnya.
Pada tahap awal, Pete-pete Laut akan beroperasi menggunakan satu armada dengan kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dan frekuensi pelayanan satu kali dalam sepekan.
Kapal akan memulai perjalanan dari Pulau Barrang Lompo pada pukul 07.00 WITA, kemudian melayani rute menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, dan melanjutkan perjalanan ke pulau terluar sebelum kembali ke Barrang Lompo.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















