Dia menyampaikan, melalui transportasi laut gratis tersebut, masyarakat Kepulauan Sangkarrang kini memiliki sarana mobilitas antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Sebelumnya kami kewalahan untuk menyeberang ke pulau-pulau tetangga karena tidak ada transportasi yang memang dikhususkan melayani rute tersebut,” ujarnya.
Menurut Rosdiana, selama ini masyarakat memang memiliki akses kapal penumpang reguler. Namun layanan tersebut hanya melayani rute dari dan menuju Kota Makassar.
“Kalau ke Makassar memang ada kapal penumpang setiap hari. Tetapi untuk ke pulau-pulau tetangga di wilayah Sangkarrang sangat terbatas. Itu yang membuat masyarakat kesulitan,” jelasnya.
Karena itu, kehadiran Pete-pete Laut dinilai menjadi solusi atas kebutuhan transportasi yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Oleh sebab itu, dengan adanya Pete-pete Laut ini, kami jadi lebih mudah bersilaturahmi dengan keluarga di pulau lain, mengurus keperluan masyarakat, maupun berbagai aktivitas lainnya.
“Kapal ini sangat membantu warga yang ada di Kepulauan Sangkarrang,” katanya.
Rosdiana juga berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan tetap dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
“Kami tentu berharap gratis selamanya. Tetapi kalau suatu saat ada kebijakan tarif, masyarakat mungkin tetap akan menerima karena kebutuhan transportasi ini memang sangat penting dan manfaatnya sudah dirasakan langsung,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















