Home / Sulsel

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:16 WIB

Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, mengenang perjalanan politiknya bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah memberikan dukungan dalam dua kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan, di Hotel Claro Makassar, Sabtu 20 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Munafri secara terbuka mengungkapkan dirinya memiliki ikatan emosional dan politik yang kuat dengan PPP. Bahkan ia menyebut dirinya “berutang” kepada partai tersebut.

Menurut Ketua DPD II Golkar Makassar itu, PPP merupakan salah satu partai pertama yang memberikan dukungan politik kepadanya saat maju dalam Pilwali Makassar 2018, dan kembali memberikan dukungan pada kontestasi berikutnya yakni tahun 2020.

“Saya ingin memulai sambutan ini dengan satu kalimat bahwa saya berutang kepada PPP,” jelas Appi.

“Dua kali saya ikut kontestasi, dua kali didukung PPP, dan dua-duanya belum beruntung. Setelah tidak didukung, saya justru menang,” sambung Munafri disambut tawa hadirin.

Baca Juga:  Bupati Wajo di Hari Raya Idul Adha: Kurban Memiliki Makna dan Pesan Mulia

Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut menjadi simbol kedekatan hubungan politik yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara Appi dan PPP.

Bahkan Appi menyampaikan harapannya agar pada pemilu mendatang dapat kembali membangun kerja sama politik dengan PPP dan meraih kemenangan secara bersama-sama.

“Karena itu izinkan pada pemilu yang akan datang kita bisa bersama lagi dan menang bersama-sama. Akad kebersamaan itu sudah kita bangun dari hari ini,” imbuh orang nomor satu Kota Makassar.

Pada kesempatan ini, Appi kemudian mengulas perjalanan politiknya pada Pilwali Makassar 2018. Saat itu, PPP menjadi salah satu partai pertama yang memberikan dukungan kepada dirinya.

Namun hasil Pilwali 2018 menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia. Pasangan yang didukung mayoritas partai politik itu harus menerima kekalahan dari kolom kosong.

Baca Juga:  Lima  Pemain Bola Andalan SMANSA 82 ke Tarakan,  Perkuat Tim  Kaltara Melawan  Tim Negara Sabah

“Partai pertama yang mendukung saya tahun 2018 adalah PPP, akhirnya semua partai menjadi satu. Lawannya kotak kosong dan kami kalah,” kenangnya.

Setelah kekalahan pada 2018, Appi kembali maju pada Pilwali Makassar 2020. Dalam kontestasi tersebut, PPP kembali menjadi bagian dari koalisi yang mendukung pencalonannya.

Menurutnya, saat itu dirinya terus berkomunikasi dengan jajaran PPP untuk memastikan dukungan politik tetap diberikan kepadanya.

“Tahun 2020 saya bersama PPP lagi, kami bertarung lagi bersama, tetapi kembali kalah,” ujarnya.

Meski kembali mengalami kekalahan, Appi menilai pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya konsistensi dalam perjuangan politik.

Baginya, esensi politik bukan semata-mata menang atau kalah, melainkan keberanian untuk terus melanjutkan perjuangan hingga mencapai tujuan.

Sehingga, pada Pilwali 2024, situasi politik berubah. PPP memilih mengusung kandidat lain sehingga Appi tidak lagi memperoleh dukungan dari partai tersebut.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD

Sulsel

Ketua TPAD Makassar: Hibah KONI Legal, Sesuai Seluruh Mekanisme dan Regulasi

Sulsel

Merajut Sinergi Shelter Warga dan Bhabinkamtibmas Satukan Langkah untuk Masyarakat

Sulsel

Hadiri Panen Raya Tebu TNI, Wabup Takalar Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sulsel

Kecamatan Ujung Pandang Gencarkan Gerakan Zero Sampah di Pulau Lae-Lae

Sulsel

Reses Ketua DPRD Wajo di Padduppa Berlangsung Interaktif, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan, Drainase, hingga Pelayanan Publik

Sulsel

Reses AD Mayang Diserbu Ratusan Warga, Jalan Paria – Tosora Jadi Aspirasi Utama

Sulsel

Reses, Mustarin Serap Aspirasi Warga, Dorong Infrastruktur, Pemberdayaan Ekonomi hingga Akses Pendidikan Melalui PIP