Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas dan menyebabkan penurunan produksi pertanian yang pada akhirnya akan memengaruhi pendapatan masyarakat.
“Kita harus bergerak bersama. Seluruh pihak terkait harus memperkuat koordinasi, memanfaatkan seluruh potensi yang ada, serta mengambil langkah-langkah cepat agar para petani tidak mengalami kerugian akibat kekeringan,” ungkap Sinapati Rudy.
Sinapati menekankan, keberhasilan penanganan kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari penyuluh pertanian, petugas pengairan, hingga pengendali organisme pengganggu tanaman.
Melalui koordinasi yang baik, diharapkan distribusi air irigasi dapat dilakukan secara lebih efektif, pemanfaatan sumber air dapat dioptimalkan, serta langkah-langkah teknis lainnya dapat segera diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri para Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kepala UPT Sumber Daya Air, Kepala Unit Pelaksana Operasi (UPO), serta Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Pinrang yang bersama-sama menyusun langkah strategis menghadapi musim kemarau tahun ini. (Tan)
















