Siswa juga diberikan pemahaman mengenai penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan tindakan tambahan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Melalui program ini, siswa didorong untuk menjadi “Jumantik” atau Juru Pemantau Jentik yang mampu melakukan pemantauan sederhana terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk serta mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya sanitasi lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan dan menyebarluaskan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar. Salah satu siswa SMAN 5 Sidenreng Rappang, Kahfi, menyampaikan komitmennya untuk ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat bersedia menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan karena hal tersebut akan sangat menguntungkan masyarakat, terutama teman-teman dan keluarga saya. Saya juga akan terus mengingatkan mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Kahfi. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak SMAN 5 Sidenreng Rappang karena dinilai memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pencegahan penyakit berbasis lingkungan.Dari kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap keberadaan Jumantik Muda dapat menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap sanitasi lingkungan dan mendukung upaya pengendalian DBD secara berkelanjutan. (r)
















