“Selama karier saya di kepolisian, baru kali ini saya menemukan sosok pemimpin yang meninggalkan keteladanan luar biasa. Beliau tidak hanya memimpin, tetapi juga menularkan ilmu dan keteladanan kepada setiap personel Polres Wajo,” ujar Andi Samsulipu.
Yang paling membekas, kata dia, bukan hanya soal kepemimpinan di lapangan atau kedisiplinan dalam bertugas. Rosid Ridho juga dinilai memberi ruang bagi anggotanya untuk memperkuat nilai-nilai spiritual.
“Satu yang paling saya kagumi adalah kemampuannya memotivasi kami untuk terus belajar mengenal Tuhan. Ini yang luar biasa dan belum pernah saya temukan pada pimpinan sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Wajo yang baru, AKBP Diouglas Mahendrajaya, mengatakan sambutan yang diterimanya dari jajaran Polres Wajo menjadi motivasi untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab di daerah tersebut.
“Luar biasa. Sambutan ini menjadi motivasi bagi saya dan keluarga untuk memberikan yang terbaik bagi jajaran Polres Wajo dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Diouglas berharap seluruh personel tetap menjaga soliditas dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan di Kabupaten Wajo.
Pergantian kepemimpinan di Polres Wajo ditandai dengan rangkaian tradisi penyambutan kapolres baru dan ditutup prosesi pedang pora sebagai penghormatan kepada AKBP Muhammad Rosid Ridho yang mengakhiri masa tugasnya di Kabupaten Wajo. (Ddy)
















