Sebagai hasil kegiatan, telah dibuat satu unit Budikdamber percontohan yang saat ini memasuki tahap pemeliharaan. Unit tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan sistem serupa secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Materi pelatihan mencakup proses penyusunan media Budikdamber, mulai dari persiapan alat dan bahan, pemilihan benih ikan lele dan bibit sayuran, teknik penebaran benih, hingga tata cara pemeliharaan dan pemberian pakan. Penyampaian materi dilakukan melalui kombinasi metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung agar peserta memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman dalam menerapkan teknologi sederhana tersebut.
Lurah Salomallori yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin.
“Program seperti ini sangat mendukung upaya kelurahan dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat. Metode yang diperkenalkan sederhana, mudah diterapkan, dan sangat sesuai untuk warga yang memiliki keterbatasan lahan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Lingkungan I Salomallori dapat mengadopsi dan mengembangkan Budikdamber secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas dapat menjadi solusi sederhana dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga yang lebih mandiri dan ramah lingkungan. (r)

















