MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Di balik setiap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, tersimpan kisah pilu yang tak selalu mampu diucapkan dengan kata-kata.
Ada luka yang membekas, ada ketakutan yang menetap, dan ada harapan yang menunggu uluran tangan mereka yang peduli.
Kesadaran itulah yang menjadi semangat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar saat menggelar kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2026
Dengan tema Pelatihan Penghapusan Kekerasan Seksual bagi Aparat Penegak Hukum dan Pendamping Berperspektif Keadilan Gender Angkatan I. Kegiatan yang diikuti 55 peserta tersebut berlangsung di Hotel Almadera Makassar, Rabu 5 Agustus 2026.
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP3A Kota Makassar Hj.Hafidah Djalante,S.IP menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan dalam dua angkatan.
Pesertanya berasal dari unsur aparat penegak hukum, tenaga pendamping, hingga pengurus shelter warga yang dipilih sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada korban.
Kepala DP3A Kota Makassar, dr. Ita Isdiana Anwar, M.Kes dalam sambutannya mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni 2026 telah tercatat 361 kasus kekerasan, dengan 127 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi terbaru mengenai tindak pidana kekerasan seksual menjadi bekal penting agar aparat maupun lembaga layanan mampu menghadirkan keadilan sekaligus memulihkan hak-hak korban secara utuh.

















