“Fokus pembinaan kami kepada Aina tidak hanya pada penguasaan jurus, tetapi juga penanaman kedisiplinan, keberanian, rasa tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Kesempatan tampil langsung di depan Gubernur Sulsel ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pemantik motivasi bagi Aina dan kawan-kawannya,” jelasnya.
Hermanto menambahkan, keberanian Aina beraksi di hadapan ribuan pasang mata membawa pesan penting mengenai krusialnya memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat mereka.
Pembinaan terarah sejak usia dini diharapkan dapat mencetak generasi masa depan yang tangguh, berdisiplin tinggi, dan tidak pantang menyerah dalam mengejar cita-cita.
Rasa bangga mendalam turut dirasakan oleh ibunda Aina, Germalia Ramli. Ia menegaskan komitmen keluarga untuk terus memberikan dorongan penuh agar putrinya dapat terus tumbuh melalui beragam kegiatan positif.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Bagi kami, pencapaian prestasi hanyalah bonus; yang paling utama adalah bagaimana Aina bisa belajar disiplin, berani mengekspresikan diri, menghargai sesama, serta memahami bahwa setiap puncak keberhasilan selalu membutuhkan perjuangan, kerja keras, dan konsistensi,” tuturnya.
Penampilan Aina Fadhillah Ramadhan menjadi cerminan bahwa talenta-talenta cilik dari daerah mampu bersinar terang saat mendapat pembinaan yang tepat, dukungan penuh, dan ruang kesempatan yang luas.
Dari ruang kelas sekolah dasar hingga panggung utama tingkat provinsi, keberanian Aina menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi besar, berani menunjukkan potensi, dan terus melatih diri.
Pencapaian hari ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan awal menuju panggung masa depan yang lebih luas bagi seorang anak yang memilih bertumbuh lewat disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. (*)

















