Camat Tamalate yang diwakili Lurah Maccini Sombala menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Polda Sulsel bersama DP3A Kota Makassar dan jajaran.
Menurutnya, kebersamaan yang telah terbangun melalui Shelter Warga merupakan komitmen bersama untuk terus menekan dan mengeliminasi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar berharap sinergi yang telah dirintis bersama Polda Sulsel dapat terus dikembangkan. Sebab, rasa aman bagi masyarakat korban kekerasan tidak cukup hanya dengan aturan dan penindakan, tetapi juga membutuhkan pendampingan, perlindungan dan kehadiran yang memberi keyakinan bahwa mereka masih memiliki tempat untuk mengadu.
Bagi Nurhana, dukungan tersebut juga menjadi energi bagi para penggerak Shelter Warga. Ia menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang selama ini ikut memberitakan berbagai kegiatan shelter di Tamalate.
Baginya, pemberitaan yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam memperkenalkan kerja-kerja kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Menurutnya di sebuah shelter, terkadang yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi keyakinan bahwa masih ada tangan yang bersedia menggenggam.
Polisi datang membawa bingkisan, tetapi yang tinggal di hati para penerima adalah rasa bahwa mereka diperhatikan. Begitulah kemerdekaan seharusnya terasa: bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari rasa takut, bebas dari kekerasan, dan memiliki ruang untuk kembali menata kehidupan.
Karena ketika polisi hadir, pemerintah peduli, shelter bergerak dan pers ikut menyuarakan, harapan tidak lagi menjadi kata-kata. Ia menjelma menjadi kekuatan untuk bangkit. (sdn)
















