MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Realisasi investasi di Kota Makassar, menunjukkan tren positif sepanjang semester atau triwulan pertama tahun 2026.

Hingga triwulan II atau periode Januari – Juni 2026, nilai investasi yang berhasil direalisasikan telah menembus lebih dari Rp2,7 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan capaian hingga semester pertama tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan iklim investasi di Kota Makassar.
“Jadi berdasarkan data terkini, realisasi investasi Kota Makassar sampai dengan triwulan kedua, dari Januari sampai Juni, berada di angka Rp2,7 triliun lebih,” kata Mario, Kamis 13 Agustus 2026.
Capaian tersebut, setara sekitar 77 persen dari target investasi yang ditetapkan Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp3,5 triliun sepanjang 2026.
Menurut Mario, capaian tersebut masih berpeluang mengalami peningkatan signifikan pada semester kedua.
Oleh sebab itu, pihak DPM-PTSP Makassar optimistis aktivitas investasi akan terus bergerak hingga akhir tahun, seiring masuknya investasi baru maupun perkembangan usaha yang sudah berjalan.
Mario mengatakan, meski target yang ditetapkan Pemkot Makassar pada 2026 sebesar Rp3,5 triliun, pihaknya berharap realisasi investasi dapat melampaui target tersebut.
“Kami akui, walaupun target Pemkot Rp3,5 triliun, sehingga kami berharap bisa melebihi apa yang kita capai pada tahun kemarin,” ungkap mantan Kadishub Kota Makassar itu.
Sebagai pembanding, total realisasi investasi Kota Makassar sepanjang 2025 lalu, tercatat sekitar Rp5,2 triliun.
Dengan capaian lebih dari Rp2,7 triliun hingga Juni 2026, Pemkot Makassar masih memiliki waktu enam bulan untuk mengejar sekaligus berupaya melampaui capaian investasi tahun sebelumnya.
“Harapan kami sampai akhir tahun realisasinya tidak hanya memenuhi target Rp3,5 triliun, tetapi juga bisa melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,2 triliun,” harap Mario.
Dijelaskan, berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi Kota Makassar hingga triwulan II 2026 masih didominasi sejumlah sektor strategis.
Dimana, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp638,78 miliar.
Selanjutnya, sektor perdagangan dan reparasi mencatat realisasi investasi sekitar Rp451,90 miliar.
Kemudian sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai sekitar Rp351,88 miliar. Dan sektor pertambangan menyumbang sekitar Rp281,70 miliar, sedangkan sektor hotel dan restoran mencapai sekitar Rp224,98 miliar.
“Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi di Makassar tidak hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga berkembang pada sektor transportasi, logistik, telekomunikasi, properti, hingga pariwisata dan perhotelan,” jelasnya.
Dia menambahkan, jika dilihat berdasarkan sumber modal, investasi dalam negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan investasi Kota Makassar.
Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga triwulan II 2026 mencapai sekitar Rp2,1 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar sekitar Rp617,904 miliar.
Lanjut dia, dominasi PMDN tersebut menunjukkan kuatnya kontribusi pelaku usaha dalam negeri terhadap aktivitas investasi di Kota Makassar.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga iklim investasi agar semakin menarik bagi investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Tentu peningkatan realisasi investasi tidak hanya bergantung pada masuknya modal baru, tetapi juga pada kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan realisasi kegiatan penanaman modal,” tuturnya.
Tak hanya sebatas itu, ia menuturkan untuk menjaga tren positif investasi, DPM-PTSP Makassar terus memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha terkait kewajiban pelaporan realisasi investasi.
Menurut Mario, salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah belum semua pelaku usaha memahami secara baik tata cara pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
















