Salah satu strategi yang dilakukan Pemkot Makassar adalah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai event berskala besar.
Munafri mengatakan, Pemkot Makassar menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan yang mampu mendatangkan ribuan orang ke Kota Makassar.
Menurutnya, event bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki efek ekonomi yang luas.
Kehadiran ribuan peserta akan meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, meningkatkan transaksi di pasar, restoran, pusat kuliner dan berbagai sektor jasa lainnya.
“PHRI bisa menjadi saksi bagaimana peningkatan hunian hotel hari ini di Kota Makassar,” katanya.
“Semakin banyak orang yang datang, maka semakin besar pula uang yang berputar di dalam kota. Tamu-tamu ini akan belanja di pasar-pasar kami. Ini akan memenuhi kamar-kamar hotel kami dan sirkulasi ekonomi akan berjalan dengan kurva yang sempurna di kota ini,” lanjut Munafri.
Ia juga menyinggung keberhasilan Makassar menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional yang menghadirkan delegasi dari negara sahabat.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa Makassar memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Dikatakan, Kota Makassar memiliki garis pantai yang panjang serta gugusan kepulauan Spermonde yang menjadi salah satu potensi wisata bahari.
Selain itu, posisi Makassar berada pada jalur perdagangan dan konektivitas kawasan Asia-Pasifik. Menurut Munafri, posisi tersebut telah menjadikan Makassar sebagai kota perdagangan sejak berabad-abad lalu.
Potensi sejarah perdagangan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun kembali posisi Makassar sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Indonesia Timur.
Appi juga menempatkan keamanan, kenyamanan dan toleransi sebagai bagian penting dalam membangun daya saing kota.
Menurutnya, kota tidak akan mampu berkembang apabila persoalan sosial dan konflik masih menjadi ancaman. Ia bersyukur posisi Makassar dalam indeks toleransi mengalami peningkatan.
“Bagaimana nilai toleransi yang ada di Kota Makassar. Untuk kota-kota besar tahun sebelumnya kita berada di posisi 50-an, 40-an. Alhamdulillah tahun ini sudah masuk menjadi nomor 9 yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Disebutkan, peningkatan toleransi akan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi modal penting dalam menarik wisatawan dan investor.
Karena itu, pemerintah harus memastikan keamanan dan kenyamanan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan kota.
Dia juga menyinggung persoalan kepemudaan dan pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkot Makassar menghadirkan Makassar Creative Hub sebagai ruang pengembangan keterampilan bagi anak muda.
Fasilitas tersebut diberikan secara cuma-cuma agar masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
“Yang mau jadi entrepreneur silakan datang, yang mau jadi barista silakan datang, yang mau jadi makeup artist silakan datang, yang mau belajar coding silakan datang,” jelasnya.
Saat ini, Pemkot Makassar telah memiliki dua Makassar Creative Hub. Menurut Munafri, ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga wadah bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan membangun jejaring.
Sejumlah kolaborasi pun telah terjalin, termasuk dengan industri kreatif dan teknologi.
“Event Netflix pun sudah datang, Apple Academy pun sudah datang. Kami tidak mau cuma dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, tapi kami mau dikenal sebagai Kota Makassar, kota yang besar, The Great of Makassar,” tegasnya
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan sebuah kegiatan besar yang mempertemukan berbagai brand lokal di Kota Makassar.
Namun, Munafri menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh hanya menjadi ajang pameran.
Appi ingin brand lokal memperoleh tambahan pengetahuan, penguatan branding, akses permodalan hingga jaringan bisnis.
Menurutnya, forum bisnis harus menghasilkan transaksi nyata, bukan sekadar pertukaran kartu nama.
“Percuma kita bikin event-event kalau hanya cerita-cerita kartu nama lalu tidak ada implementasi apa-apa. Ini yang kami bangun di Kota Makassar,” terangnya.
Karena itu, pemerintah ingin membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor, mitra bisnis maupun konsumen.
Selain sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, Munafri menyebut kuliner sebagai salah satu kekuatan utama Makassar.
Ia mengatakan, hampir setiap orang yang berkunjung ke Makassar memiliki kesan positif terhadap makanan khas kota ini.
Dengan gaya khasnya, Munafri bahkan melontarkan candaan mengenai kuliner dan kondisi fisiknya yang dianggap menjadi bukti bahwa makanan Makassar memang memiliki daya tarik tersendiri.
Ia menilai gastronomi dapat menjadi salah satu alasan wisatawan datang dan kembali ke Makassar.
Untuk memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Makassar juga mengembangkan Lontara Plus.
Munafri menjelaskan, Lontara Plus dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi pelayanan yang sebelumnya tersebar di masing-masing SKPD.
“Kami develop yang namanya Lontara Plus. Ini menggabungkan 380 aplikasi yang tumbuh di masing-masing SKPD. Kami jadikan satu,” ungkapnya.
Pengembangan platform tersebut dilakukan secara bertahap dan kini telah memasuki tahun kedua.
Namun, menurut Munafri, yang menjadi perhatian utama bukan sekadar banyaknya aplikasi yang dapat diintegrasikan, melainkan bagaimana aduan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Munafri menegaskan, seluruh inovasi tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni membangun pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan setiap program pemerintah menghasilkan dampak nyata.
“Dengan berbagai potensi dan tantangan yang di Kota ini, kami meyakini Makassar memiliki peluang besar untuk menjadi kota yang semakin kompetitif,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















