Ia menilai, interaksi dalam suasana santai seperti perlombaan dapat memperkuat komunikasi dan kebersamaan yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap lingkungan kerja.
“Ini ajang untuk membangun silaturahmi antara satu SKPD dengan SKPD yang lainnya, antara satu kelurahan dengan kelurahan yang lainnya, antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lainnya,” ungkap Appi.
Selain perlombaan dan kampanye lingkungan, kemeriahan Porseni juga memberi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sejumlah booth atau tenant disiapkan untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha memperkenalkan sekaligus menjajakan produk mereka kepada para peserta dan pengunjung.
Kehadiran UMKM membuat suasana kegiatan semakin semarak. Peserta tidak hanya menikmati berbagai perlombaan, tetapi juga dapat berinteraksi dengan pelaku usaha dan menikmati beragam produk yang ditawarkan.
Munafri pun mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kompetisi dalam Porseni sebagai alasan untuk berselisih.
Ia menegaskan, semangat berkompetisi tetap diperlukan, tetapi tidak boleh menghilangkan nilai persaudaraan dan kekeluargaan.
“Acara ini sangat penting dan saya berharap saya tidak pernah mau mendengar gara-gara 17-an ada yang cekcok, ada yang ribut,” tegasnya.
“Ini adalah model kebersamaan kita, kekeluargaan kita,” beber Munafri.
Karena itu, mantan CEO PSM itu mengajak seluruh peserta mengikuti setiap perlombaan dengan suasana hati yang gembira.
Sebagai Wali Kota, ia ingin Porseni menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk bersenang-senang bersama setelah menjalankan berbagai rutinitas pelayanan pemerintahan.
“Sehingga kita harus happy, senang, riang, gembira dalam melaksanakan atau mengikuti acara lomba-lomba ini,” tuturnya.
Ia kemudian menyampaikan dua hal yang menurutnya menjadi pantangan utama selama rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemkot Makassar.
“Makanya ada dua hal yang dilarang di kegiatan hari ini atau di kegiatan 17-an ini. Yang pertama, yang dilarang tidak boleh berkelahi dan tidak boleh ribut,” pesan orang nomor satu Kota Makassar itu.
“Yang kedua tidak boleh datang ke musuh. Harus happy, harus senang karena ini adalah acara kita sama-sama, yang memeriahkan acara ini kita-kita juga,” sambungnya.
Munafri mengatakan, jiwa kompetitif tetap harus ditanamkan dalam setiap pertandingan. Namun, kompetisi tersebut harus ditempatkan dalam koridor sportivitas dan kebersamaan.
Ia pun kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Makassar yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Porseni HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Saya berharap seluruh kegiatan dapat berjalan lancar, meriah, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta kebersamaan,” tutupnya.
Diketahui, kemeriahan semakin memuncak ketika Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut naik ke atas panggung. Munafri tampil didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Keduanya memberikan suguhan yang tak kalah menghibur. Munafri dan Melinda membawakan lagu milik grup musik Tipe-X, “Kamu Gak Sendiri”, yang kemudian dilanjutkan dengan lagu “Bento”, hasil kolaborasi antara Iwan Fals bersama mendiang Naniel Yakin.
Penampilan tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari para peserta Porseni. Sorakan dan tepuk tangan pecah ketika keduanya mulai membawakan lagu. Sejumlah peserta bahkan ikut bernyanyi dan bergoyang bersama, membuat suasana semakin hangat.
Penampilan orang nomor satu di Kota Makassar bersama Ketua TP PKK itu menjadi salah satu momen yang paling ditunggu sekaligus menjadi pamungkas kemeriahan Porseni.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















