Home / Sulsel

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Pilah Sampah dari Rumah, Munafri: Pemerintah dan Komunitas Harus Berkolaborasi

“Ini kegiatan sejak bulan Juni, dan Kecamatan Tamalanrea menjadi kecamatan ke-14,” ujar Helmy.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Menurut Helmy, Jelajah Sampah dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai persoalan persampahan, sekaligus memperkenalkan berbagai solusi yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah.

“Dan memang dibentuk untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan persampahan dan memberikan berbagai macam solusi berkaitan dengan soal persampahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Kadis PTSP itu menyebutkan, kegiatan Jelajah Sampah tidak hanya dilakukan dalam bentuk kegiatan di dalam ruangan, tetapi juga dilengkapi aktivitas luar ruangan yang bersifat interaktif.

Untuk kegiatan indoor, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan sampah melalui biopori dan komposter, pengolahan sampah organik menggunakan maggot, serta pembuatan eco-enzyme.

Baca Juga:  Puskesmas Salo Kembali Vaksin Pelajar dan Mahasiswa

“Sementara kegiatan outdoor diisi dengan talk show, diskusi mengenai persoalan persampahan di Kota Makassar, pameran produk daur ulang, hingga aksi plogging dan penimbangan sampah,” tuturnya.

Dijelaskan, dalam aksi plogging di Kecamatan Tamalanrea, terkumpul sampah sebanyak 13,6 kilogram yang menjadi bagian dari aksi nyata tersebut.

Sampah terkumpul terdiri atas sampah organik 1,02 kilogram, anorganik 3,12 kilogram, bahan berbahaya dan beracun (B3) 0,18 kilogram, serta residu sebanyak 8,74 kilogram.

Helmy mengatakan, aksi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata untuk mengajak masyarakat melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus memahami jenis sampah yang dihasilkan.

“Jelajah Sampah Kota Makassar merupakan sebuah kegiatan yang sifatnya edukasi dan kolaboratif,” katanya.

Baca Juga:  Menag RI Hadiri Halal Bi Halal di Kampus III As'adiyah Sengkang

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Kota Makassar meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membatasi timbulan sampah, sekaligus mendorong pengelolaan sampah secara mandiri.

Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih dekat persoalan sampah di wilayah masing-masing dan memahami bahwa setiap orang dapat mengambil peran sebagai bagian dari solusi.

Program Jelajah Sampah juga dirancang dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar dapat diterima berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum.

Helmy menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat gerakan menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

“Ini menjadi momentum kolektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembatasan timbulan sampah,” pungkasnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Abdul Hayat Gani, Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan Jajaran DPW Perindo Sulsel

Sulsel

Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Pinrang Berlangsung Khidmat

Sulsel

Semangat Kemerdekaan 2026, Wali kota Munafri Bawa Pelayanan Publik ke Genggaman Warga

Sulsel

Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam

Sulsel

Pertamina Tambah 65 Persen Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel dan Sulbar

Sulsel

FunWalk PSMTI Sulsel Semarakkan HUT RI, Munafri: Mari Bersatu dalam Keberagaman

Sulsel

HUT ke-81 RI, Kapolres, Bupati dan Forkopimda Wajo Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Sulsel

Olah Raga Kunci Lansia Tetap Sehat dan Mandiri