Menurutnya, kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada hiburan. Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus menunjukkan kreativitas.
“Kita harap masyarakat Wajo terus menumbuhkan semangat nasionalisme. Kita berhak merayakan dan menyambut hari kemerdekaan dengan rasa ceria, gembira dan penuh kehangatan,” katanya.
Ia juga memuji kreativitas peserta yang membuat suasana malam semakin semarak.
“Luar biasa semua kreativitas masyarakat, sungguh malam yang indah. Semoga cahaya dari lampu malam ini menjadi semangat kita untuk terus membangun Wajo yang lebih baik,” sambungnya.
Ketua Panitia Muhammad Ilyas mengatakan parade lampion mengambil titik awal dan akhir di RTH Calaccu.
Peserta bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan, mulai dari RTH Calaccu menuju Jalan Lapabbe, Jalan Andi Macca, Jalan Bau Baharuddin, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Latenri Lai Tosengeng, Jalan Puangrimaggalatung, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan H.A. Ninnong, sebelum kembali ke RTH Calaccu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Wajo itu memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai rute yang telah ditentukan.
Di antara kerlap-kerlip lampion dan lautan masyarakat, kehadiran puluhan jurnalis Wajo menjadi pesan tersendiri: pers tidak hanya hadir untuk memberitakan kemeriahan rakyat, tetapi juga ikut menjadi bagian dari denyut kebersamaan dan semangat kemerdekaan. (Ddy)
















